Breaking News:

Keripik Alen-Alen Singkong, Oleh-oleh Khas Deliserdang, Begini Cara Membuatnya

Sehari - hari, keripik Alen buatannya ini dipasarkan di sekitar Deliserdang sampai ke Kota Medan. Ia menjelaskan produknya ini aman dikomsumsi. 

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GOKLAS
keripik Alen - Alen singkong 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG- Keripik Alen-alen Singkong menjadi salah satu oleh-oleh dari Kabupaten Deliserdang.

Pedagang keripik Alen-Alen Singkong, Yuliana, mengatakan, sehari-hari, Keripik Alen buatannya dipasarkan di sekitar Deliserdang sampai ke Kota Medan.

"Ini usaha yang sudah ada sejak Kakek saya. Baru kulanjutkan lah sampai sekarang," kata Yuliana kepada www.tribun-medan.com, Sabtu (18/9/2021). 

Baca juga: Temani Raffi Ahmad Sejak Awal Karir, Merry Bocorkan Nominal Gaji Pertamanya

Dia menjelaskan di masa pandemi Covid-19 ini jualannya tidak mengalami penurunan. Justru meningkat 20 persen pendapatannya. 

Ia menjelaskan produknya ini aman dikomsumsi. 

Bagaimana tidak, keripik yang berbahan dasar dari singkong atau ubi kayu ini ternyata tidak mengandung rempah-rempah lainnya. 

Yuli pun menjelaskan proses pembuatan keripik Alen ini tidak cukup rumit. 

Pertama, ubi kayu yang sudah dipanen harus dibersihkan. Kulit ubi harus dikupas. Kemudian ubi tersebut di cuci sampai bersih.  

Baca juga: Tips Membuat Keripik Alen-Alen Singkong Renyah Ala Mbak Yuni Asal Deliserdang

Kedua, kemudian ubi kayu yang sudah bersih di pindahkan ke tempat perebusan. Biasanya Yuli merebus ubi dengan muatan 300 kilogram memakan waktu 2 jam. 

Ketiga, setelah direbus ubi itu ditumbuk sampai hancur. Bisa menggunakan losung kayu atau pun mesin khusus penghancur ubi. 

Keempat, ubi yang sudah hancur di masukkan ke dalam baskom. Setelah itu perlahan - lahan dimasukkan ke dalam mesin yang membentuk ubi tersebut menjadi lapisan yang tipis. 

Kelima, setelah ubi itu menjadi lapisan tipis, baru dibentuk melingkar seperti huruf O. 

Keenam, langkah terakhir dijemur sampai 2 - 3 hari. Yuli menjelaskan sampai saat ini masih kesusahan kalau di musim hujan. Karena ubi yang dijemur bisa sampai 1 Minggu baru kering. 

"Nah paling kalau hujan baru sulit. Karena kan lama keringnya. Kalau ada oven baru lah sangat membantu," tutupnya.

(cr8/tribun-medan.com)  

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved