Isoter KM Bukit Raya Segera Ditutup, Bobby Nasution Klaim Kasus Covid-19 di Medan Utara Melandai

Pemko Medan akan segera menutup tempat isolasi terpadu (isoter) KM Bukit Raya lantaran kasus Covid-19 diklaim menurun

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tiga kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (dua kanan) dan Wali Kota Medan Bobby Nasution (kanan) meninjau lokasi isolasi apung terpusat bagi pasien Covid-19 di Kapal Motor (KM) Bukit Raya, Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Medan, Sabtu (21/08/2021). Kunjungan tersebut untuk memberikan dukungan serta motivasi kepada pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan bergejala ringan, yang telah menjalani isolasi di KM Bukit Raya. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Pemerintah Kota Medan akan segera mengembalikan Kapal Motor (KM) Bukit Raya yang selama ini dijadikan sebagai lokasi isolasi terpusat (isoter) pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan OTG.

Diketahui, KM Bukit raya telah genap satu bulan beroperasi sebagai lokasi isoter di kawasan Medan Utara Kota Medan sejak 20 Agustus 2021 lalu.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan saat ini, KM Bukit Raya sedang dalam proses pengembalian kepada pihak PT Pelni.

"Isoter KM Bukit Raya yang di Belawan lagi proses pengembalian karena sudah kosong sekarang," ujar Bobby di Balai Kota Medan, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Jumlah Warga yang Terpapar Covid-19 di Kabupaten Sergai Bertambah 47 orang

Dikatakan Bobby, sudah dua minggu terakhir Isoter KM Bukit Raya kosong dan tidak terisi oleh pasien Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Sudah seminggu lebih hampir dua minggu kosong. Makanya saat ini sudah kita kembalikan, sedang proses," katanya.

Selama satu bulan beroperasi, Bobby mengaku hanya 80 orang yang sempat diisolasi di KM Bukit Raya.

"Sejak awal kita buka yang diisolasi di sana ada sekitar 80 an orang. Itu kebanyakan juga dari orang yang terjaring di operasi yustisi," tuturnya.

Baca juga: Virus SARS-CoV-2 yang Menyebabkan Covid-19 dan Berkembang Lebih Baik saat di Udara

Bobby pun mengklaim, saat ini jumlah kasus Covid-19 di kawasan Medan Utara sudah melandai.

Sehingga lokasi isolasi terpusat yang ada di Hot Soechi dan Gedung P4TK masih mencukupi.

"Kan saya bilang kemarin itu isoter kita buat per wilayah, ini (isoter) kita bilang cukup luas juga ya untuk penanganan Covid. Kalau kita buat untuk terpusat itu ada di Helvet P4TK, dan Soechi. Sekarang lima kecamatan di kawasan Medan Utara kasusnya berdasarkan datanya angka kasusnya rendah," katanya.

Bobby mengaku jumlah warga dengan status OTG di kawasan Medan Utara berkurang.

Baca juga: Gubernur Terima Bantuan 20 Ribu Liter Minyak Goreng, Disalurkan ke Masyarakat Terdampak Covid-19

"Datanya rendah untuk kasus Covidnya. Tentunya rendah juga orang yang diisolasi. Jadi bukan karena tidak efektif tapi karena memang di sana itu kasus Covidnya rendah. Dan kemarin itu yang ke sana masuk itu hasil yang diswab antigen," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, O.M Sodikin mengatakan berdasarkan perjanjian awal dengan Pemerintah Kota Medan, KM Bukit Raya disandarkan di Pelabuhan Belawan memang hanya satu bulan.

"Untuk awal ini kesepakatan kita satu bulan, apakah ada penambahan nantinya itu tergantung Pemerintah," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved