Cerita Seleb

Artis Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak Diawali Tanpa Keluhan, Mari Waspadai Beragam Penyebabnya

Kabar Sedih Datang Dari Keluarga Tukul Arwana. Sang Komedian Kondang Tukul Arwana Alami Pendarahan Otak Tanpa Keluhan, Waspadai Beragam Penyebabnya.

instagram
Kabar Sedih Datang Dari Keluarga Tukul Arwana. Sang Komedian Kondang yang Sempat Santer Dikabarkan Dekat dengan artis cantik Meggie Diaz ini Mendadak Diberitakan Alami Pendarahan Otak Tanpa Keluhan, Waspadai Beragam Penyebabnya. 

Pendarahan otak juga disebut sebagai jenis stroke yang memiliki istilah brain hemorrhage.

Kondisi ini terjadi saat pembuluh arteri pada otak pecah.

Gangguan kesehatan ini bisa terjadi di bagian dalam tengkorak tapi di luar jaringan otak, atau di bagian dalam jaringan otak.

Pendarahan otak dapat memutus aliran pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan nutrisi penting ini.

Ketika pendarahan otak mengganggu aliran darah selama lebih dari tiga menit, sel-sel otak bisa mati.

Imbasnya, sel saraf bisa rusak, menyebabkan cacat fisik dan mental, sampai mengancam jiwa.

Untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi penting lain, otak hanya mengandalkan pembuluh darah.

Pendarahan otak termasuk kondisi darurat yang harus membutuhkan penanganan medis segera.

Baca juga: Jauh dari Gosip Miring, Yuni Shara Bongkar Fakta Rumah Tangga KD dan Raul Lemos di Belakang Kamera

ilustrasi
ilustrasi Otak (IST)

Berikut merupakan beragam penyebab terjadinya pendarahan otak:

Cedera kepala

Kondisi cedera kepala paling banyak terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kecelakaan atau terjatuh sehingga menyebabkan benturan keras di kepala.

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronis yang dapat melemahkan dinding pembuluh darah, tak terkecuali pembuluh darah otak. Apabila tekanan darah tidak terkendali, lama kelamaan penyakit ini berpotensi menimbulkan stroke perdarahan (stroke hemoragik).

Kelainan pembuluh darah

Penyebab selanjutnya ialah kelainan pembuluh darah. Kondisi ini dapat membuat dinding pembuluh darah di sekitar dan bagian dalam otak menjadi lemah. Kelainan ini  juga disebut malformasi arteri vena. Penderita gangguan tidak selalu mengeluhkan adanya gejala, namun seketika pembuluh darah dapat pecah dan menimbulkan kondisi yang berbahaya.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved