Breaking News:

Dolungdolung, Makanan Khas Batak Toba yang Cocok jadi Oleh-oleh dari Danau Toba

Bahannya terbuat dari tepung beras yang di dalamnya terdapat gula aren yang dicampur kelapa parut, kemudian dibungkus dengan daun bambu.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Makanan khas di kawasan Danau Toba Dolungdolung.  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Makanan khas Batak Toba Dolungdolung ini kerap dijajakan di terminal ataupun tempat para penumpang sedang beristirahat di kawasan Danau Toba. Hingga saat ini, Dolungdolung yang masih eksis ada di daerah Parapat.

Sepintas, Dolungdolung ini mirip dengan makanan khas Batak Toba lainnya, misalnya Lappet.

Komposisinya sama, terbuat dari beras, gula merah dan kelapa.

Pembuatan Dolungdolung. 
Pembuatan Dolungdolung.  (TRIBUN MEDAN/MAURITS)

Baca juga: Air Terjun Ponot, Tempat Wisata di Asahan yang Menyimpan Keindahan Alam, Cocok untuk Traveler

Bisa saja, perbedaan hanya pada soal penamaan, kalau di Siborongborong disebut Ombus Ombus Siborongborong, di Samosir disebut Pohulpohul Samosir, di Kabupaten Toba disebut Lappet, dan penamaan lainnya pada sejumlah kawasan Danau Toba.

Lebih dikenal banyak orang bahwa Dolungdolung merupakan salah satu makanan khas dari Parapat, kota wisata yang terletak di tepian Danau Toba, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.

Bentuk Dolungdolung ini bulat dan padat yang terbungkus daun bambu.

Bahannya terbuat dari tepung beras yang di dalamnya terdapat gula aren yang dicampur kelapa parut, kemudian dibungkus dengan daun bambu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun tribun-medan.com, Dolungdolung ini merupakan sajian saat acara adat. Para penatua menikmatinya saat berbincang

Filosofinya, bentuk bulat dan padat menjadi simbol hasil pemufakatan yang bulat teguh dalam tekad bulat hati dan jiwa dari beberapa pihak atau beberapa keluarga yang terlibat dalam suatu acara adat, kegiatan pesta tersebut.

Makanan khas di kawasan Danau Toba Dolungdolung. 
Makanan khas di kawasan Danau Toba Dolungdolung.  (TRIBUN MEDAN/MAURITS)

Dan, makna membawa Dolungdolung ke tempat kerabat adalah bentuk dukungan atas rencana baik yang bakal dijalankan dalam hajatan ataupun acara adat.

Baca juga: Lau Mentar Canyon, Lokasi Wisata Alam dengan Air Jernih dan Goa, Cocok Bagi Traveler Milenial

Lebih lanjut, cara membuat Dolungdolung. Terlebih dahulu beras di rendam sekitar 2-5 jam lamanya, dihaluskan di lesung yang selanjutnya diayak.

Tepung yang sudah di ayak, secukupnya di masak menjadi bubur hingga seperti bubur hingga bentuknya kental dan didinginkan.

Setelah dingin bubur dicampur dengan tepung beras yang sudah diayak, sehingga adonannya menyatu, selanjutnya dibentuk bulat kecil dan ditengahnya diisi gula merah lalu dibungkus dengan daun bambu khusus bernama Bambu sibolon, dan dimasak pada  sebuah kukusan.

Setelah matang, Dolungdolung siap disajiakaan.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved