Mengenal Manfaat Push Up Bagi Tubuh, Cocok Dilakukan Secara Rutin
Oleh karena itu, menurut Medical News Today, manfaat push up sangat baik untuk membangun kekuatan di seluruh tubuh.
Push up melibatkan dua otot tersebut tanpa terlalu mengandalkan otot-otot di atas bahu dan leher, yang biasanya terlalu sering kita gunakan sehari-hari.
Postur yang baik juga berasal dari kekuatan dan stabilitas otot inti yang berkualitas. Seperti yang telah kita bahas, push up dapat membantu membangun kekuatan dan stabilitas otot inti.
Risiko push up
Seperti jenis olahraga lainnya, push up dapat meningkatkan risiko cedera jika tidak dilakukan dengan teknik yang tepat.
Untuk mendapatkan manfaat push up yang optimal dan menerapkan gerakan yang tepat, penting untuk berkonsultasi dengan instruktur kebugaran agar lebih memahami postur variasi gerakan push up dengan tepat.
Secara umum, manfaat push up lebih banyak daripada risikonya. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Mencapai perkembangan yang datar: seseorang yang mengulangi olahraga sama setiap harinya akan menemukan latihan tersebut kurang menantang dari waktu ke waktu, dan perkembangannya menjadi datar. Artinya, otot sudah tak lagi berkembang. Untuk mencegahnya, variasikan push up dengan jenis olahraga lainnya.
- Sakit punggung: beberapa variasi push up, seperti backward push up dan forward push up dapat meningkatkan aktivasi otot-otot punggung bawah, yang dapat memicu ketidaknyamanan dan nyeri punggung bawah.
- Sakit pergelangan tangan: olahraga menahan beban berisiko menyebabkan sakit pergelangan tangan. Pada push up, terutama ini dirasakan ketika tangan ditekuk untuk menurunkan badan.
- Cedera siku: sebuah studi investigasi di 2011 menemukan salah satu efek samping push up yang dilakukan dengan kecepatan tinggi adalah nyeri sendi pada siku.
Jika merasakan ketidaknyamanan ketika melakukan push up, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan penjelasan medis dan solusi yang tepat.
Demi manfaat push up maksimal, boleh latihan setiap hari?
Tidak ada angka "ajaib" yang menjelaskan berapa banyak gerakan yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan manfaat push up yang maksimal.
Menurut Zetlin, lebih baik mencoba untuk menantang diri kita sendiri. Mulailah melakukan push up sebanyak delapan repetisi, kemudian tingkatkan repetisi secara bertahap.
Naikkan jumlahnya di waktu latihan berikutnya hingga kita perlu berjuang keras untuk menyelesaikan dua repetisi akhir.
Untuk frekuensi, dianjurkan melakukan push up satu hingga tiga kali seminggu.
Meskipun kita banyak menemukan tantangan atau challenge push up harian, namun melakukan push up setiap hari kemungkinan tidak memberikan tubuh kita waktu yang cukup untuk pulih dengan baik.
Dengarkan tubuh kita untuk menemukan jumlah yang tepat.
Misalnya, jika set push up terakhir yang dilakukan membuat kita merasa sakit, tunggu hingga rasa sakit mereda sebelum menjalani latihan push up berikutnya.
Push up dapat dilakukan sebelum latihan kardio, setelah melakukan angkat beban, atau meluangkan waktu untuk menjalani serangkaian latihan push up sebagai latihan sendiri.
(mag/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/preman-deliserdang.jpg)