Breaking News:

Wisata Pematang Johar Beromzet Rp 200 Juta, Deliserdang Targetkan 22 Desa Wisata

persawahannya yang mencapai 1.700 hektare atau dapat dikatakan hampir 70 persen desa itu merupakan wilayah persawahan

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Kampung Wisata Sawah dengan tetap menggunakan masker di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (25/6/2020). Pemprov Sumatera Utara akan memberlakukan penerapan tatanan Normal Baru (New Normal) dengan sosialisasi dan edukasi yang masif mengenai protokol kesehatan yang wajib dilakukan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keindahan Wisata Sawah Pematang Johar mencuri perhatian masyarakat luas. Bagaimana tidak, pariwisata yang baru hadir dan booming ini memberikan keindahan berbeda dari destinasi pada umumnya.

Kepala Desa Pematang Johor Kecamatan Labuhan Deli, Penggagas BUMDes Johat Mandiri Jaya, Sudarman, Spd menyampaikan, terobosan baru yang dihadirkan oleh badan usaha milik desa ini melihat potensi Desa Pematang Johor memiliki banyak potensi wisata.

Salah satu yang menonjol di desa tersebut yaitu persawahannya yang mencapai 1.700 hektare atau dapat dikatakan hampir 70 persen desa itu merupakan wilayah persawahan.

Baca juga: Festival Layang-Layang Digelar di Tengah Sawah Wisata Pematang Johar

"Jadi melihat salah satu potensinya untuk dinikmati dan melihat salah satu potensi ini dapat dinikmati semua orang dan tidak hanya petani saja. Jadi kami awal mulanya membangun restoran sawah," tutur Sudarman dalam program Cakap Cakap Tribun Medan, Selasa (28/9/2021).

Sudarman juga melanjutkan, perkembangan restoran sawah tersebut diubah menjadi konsep wisata sawah yang elok dan menarik perhatian.

Bahkan, wisata sawah kini mampu mencapai 5.000 sampai 6.000 pengunjung per hari. Bahkan, wisata sawah mampu mencapai omzet sebesar Rp 200 juta.

Karena pada prinsipnya, wisata sawah ini membuat konsep yang tidak serta merta untuk berselfie ria, namun memberikan kesan dan sesuatu yang bisa dirasakan oleh setiap pengunjung.

"Ini kejutan bagi kita, dimana berawal dari konsep restoran berubah menjadi wisata yang diminati masyarakat, " lanjutnya.

Berangkat dari hal itu, Sudarman mengaku awalnya tempat wisata tersebut berawal dari dana desa lalu kemudian di-support oleh pemerintah kabupaten untuk lebih berkembang baik dari fasilitas dan lainnya.

Ia juga menyampaikan dengan dukungan fasilitas itu pula, warga Desa Pematang Johor semakin memberdayakan sawah dari warga untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.

"Sebenarnya ini dirancang untuk menghidupkan ekonomi, jadi lebih ke memberdayakan ekonomi masyarakat, seperti tiket masuk dan restoran ini dikelola oleh warga setempat, " tuturnya.

Karenanya, BUMDes memberikan kesempatan kepada setiap warga untuk mengembangkan ekonomi tanpa diberatkan oleh suatu hal.

Begitu juga, Pematang Johor melakukan kerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag sehingga masyarakat semakin pelan-pelan sehingga desa wisata bisa merasakan manfaat ekonominya bagi masyarakat setempat.

Hal itu juga disampaikan Kadis Kepemudaan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deliserdang, H Khoirum Rijal, STM AP. Bahwa target Deliserdang pada 2024 akan membuat 22 desa wisata.

"Itu juga bisa lebih, melihat dari potensi yang tinggi karena kawasan tersebut strategis untuk wisata, maka wisata berkelanjutan harus melihat dampak kepada ekonomi sosial dan lingkungan. Sejauh ini, Alhamdullilah sudah maju pesat bahkan di daerah lainnya banyak yang meniru," tutupnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved