Terungkap Mata-mata Israel Dituding Terlibat Aksi G30S/PKI, Tapi Memilih Bungkam Karena Hal Ini

Akan tetapi yang menarik dari insiden ini, ternyata adalah ternyata gerakan G30 S, hingga pembantaian PKI tercium sampai agen mata-mata Mossad.

Tayang:
Tribunnews.com
Potret Pasukan Cakrabirawa, Paspampers Era Soekarno - Terungkap Mata-mata Israel Dituding Terlibat Aksi G30S/PKI, Tapi Memilih Bungkam Karena Hal Ini 

Mulai pertengahan 1950-an, Israel dan Indonesia melakukan interaksi informal, tentang pertahanan dan kemanan, tetapi tidak menjalin hubungan diplomatik.

Israel mengatakan, Indonesia tertarik mendapatkan pesawat tempur dan Israel.

Tetapi pemerintah Israel memutuskan untuk tidak menjual senjata ke Indonesia karena tiga alasan:

Pertama penolakan Indonesia untuk menjalin hubungan diplomatik formal dengan Israel, kedua kesulitan dalam menjaga kerahasiaan, dan ketiga risiko bahwa penjualan tersebut akan membahayakan hubungan Israel dengan negara-negara lain di kawasan itu.

Dalam telegram kepada direktur Kementerian Luar Negeri tertanggal 11 April 1958, diplomat Israel Walter Eytan menulis:

"Masalah ini tidak akan tetap menjadi rahasia, sebagaimana kesepakatan dengan Nikaragua dan Kuba tidak tetap menjadi rahasia. Setiap penjualan senjata ke Indonesia akan menimbulkan permusuhan dengan negara-negara Asia yang penting."

"Seperti yang kita lihat di Amerika Selatan, negara-negara Asia lainnya akan mendekati kita dengan permintaan serupa dan kita akan mendapat masalah serius, sama seperti kita mendapat masalah serius di Amerika Latin."

Pada pertemuan Kementerian Luar Negeri tanggal 4 April 1967, Menteri Luar Negeri Abba Eban merangkum hubungan antara Israel dan Indonesia saat itu,

"Kami sedang mencari kepemimpinan baru. Kami dapat menjangkau dan mendiskusikan beberapa hal praktis yang memungkinkan perwakilan Israel di Indonesia, untuk beberapa perusahaan pembangunan dan ekonomi. Masalah bolak-balik dan ada pasang surut. Semuanya didasarkan pada Sukarno yang digulingkan. "

Enam bulan setelah pebantaian itu, Mossad mengatakan mereka tahu siapa yang bertanggung jawab atas pembantaian itu.

Agen mata-mata Mossad, menulis laporan tertanggal 15 November 1966 sebagai berikut:

"Pada Oktober 1965, komunis mencoba mengambil alih pemerintahan dengan bantuan Cina daratan. Tentara berhasil menghentikan upaya pengambilalihan dan Partai Komunis dinyatakan ilegal. "

"Partai Komunis Indonesia, yang merupakan partai paling kuat di negara dengan tiga juta anggota, di bawah kepemimpinan DN Aidit, bekerja sama dengan Cina," lanjut laporan itu.

"Jika percobaan kudeta berhasil, China akan memiliki keuntungan signifikan yang akan mendistribusikan kembali keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut. Pembantaian massal terhadap peserta pemberontakan dan keluarganya dilakukan, dengan jumlah korban antara 300.000 dan 700.000. Pada bulan Maret 1967 tentara mengambil alih, di bawah kepemimpinan Jenderal Suharto."

Setelah itu, sejak Jenderal Soeharto berkuasa Indonesia dan Israel memiliki hubungan rahasia dan melakukan transaksi jual beli senjata di bawah naungan inisiatif rahasia House and Garder.

Hubungan rahasia itu membuat Indonesia mengetahui betapa berbahayanya Mossad, dalam mengelola hubungan dengan banyak negara di dunia.

Hal ini memunculkan kesimpulan bahwa pembantaian PKI, sebenarnya diketahui secara detail oleh Mossad, namun memilih tutup mulut untuk menyembunyikan kebenaran di baliknya.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Intisari Online

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved