Bebas Dari Penjara, Pelawak Ini Idap Kanker Ganas Hingga Lakukan Ini Untuk Bertahan Hidup
Qomar terbukti melakukan pemalsuan ijazah S2 dan S3 miliknya untuk mendaftarkan diri sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Brebes.
"Setelah dilakukan pemeriksaan secara sesama, scan, rontgen, dan semua proses semua medical dilalui 'Pak Haji ada faktor genetika sudah lama'. Jadi faktor genetika, cuma memang barangkali ada satu keadaan pola makan yang tidak sehat," katanya.
"(Sekarang) Saya sudah tidak bisa dan tidak boleh makan menu instan, mie instan. Kalo mau yang gurih-gurih bisa ayam kampung dibikin kaldu, kalo gurihnya, gurih instan nggak bisa lagi saya konsumsi," tambahnya.
"Karena secara perlahan tapi pasti itu pemicu sel-sel kanker," ungkapnya.
Jual semua lukisan
Demi bertahan hidup enam bulan ke depan selama melakukan kemoterapi, Qomar berniat menjual semua koleksi lukisannya.
Ia juga berjanji akan menyumbangkan setengah dari hasil penjualan lukisan bagi pengidap kanker.
"Saya berencana untuk melelang semua lukisan saya yang saya miliki. Sebagian besar akan saya sumbangkan pada penderita yang sama dalam yayasan," jelasnya.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Gridhot.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mengenal-penyakit-kanker-usus-yang-diderita-pelawak-nurul-qomar.jpg)