Breaking News:

Seorang Anak Pemilik Toko Besi di Siantar Tewas Bersimbah Darah

Toko Besi Sama Jaya itupun heboh setelah polisi melakukan penyelidikan dan melihat langsung jenazah korban serta rekaman CCTV pembunuhan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun Medan - Alija Magribi
Polisi melakukan olah TKP pembunuhan seorang anak pemilik toko besi di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora Pematangsiantar, Sabtu (2/10/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Warga Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora Pematangsiantar digegerkan dengan peristiwa pembunuhan terhadap anak pemilik dari toko besi bernama Steven Theodore, Sabtu (2/10/2021) pagi.

Pria 32 tahun tersebut tewas bersimbah darah dengan darah berlumuran dari sekujur tubuh.

Toko Besi Sama Jaya itupun heboh setelah polisi melakukan penyelidikan dan melihat langsung jenazah korban serta rekaman CCTV pembunuhan.

Berdasarkan rekaman CCTV, tampak saat korban menuju toko mengendarai sepeda motor berpapasan dengan seorang pria yang mengenakan baju dan celana berwarna hitam. 

Selanjutnya, saat korban berhenti di pintu masuk belakang gedung toko, pelaku datang menghampirinya dengan membawa balok panjang sekitar 1 meter.

Hanya beberapa detik, pelaku langsung memukul korban berulang-ulang. Korban pun berusaha mengelak dan masih sempat membuka helm dari kepalanya.

Steven sempat melakukan perlawanan dan hanya saja pelaku lebih unggul dengan sebilah tongkat diduga besi yang ada di tangan pelaku.

Setelah beberapa kali dihantam benda tersebut, sayang ia jatuh dan terlungkup.

Bahkan, Pada saat kondisi terlungkup pun, pelaku masih tak henti memukul bagian kepala belakang korban. Lalu, pelaku meninggalkan lokasi dengan berlari. 

Beredar informasi, pelaku penganiayaan diketahui orang tua yang diduga alami gangguan jiwa (ODGJ). Waktu kejadian tepat Pukul 07.22 WIB.

Menurut keterangan tetangga, Hery Darmawan atau disapa Owe yang merupakan mantan Anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kalau pelaku sangat sadis menganiaya korban.

"Biasanya pelaku tidur di dekat gang itu dan menutup gerbang gang. Mungkin pada saat korban lewat, pelaku sedang tidur. Kemudian tak lama mengejar korban. Memang biasanya pelaku itu sering bawa balok besi, " kata seorang warga sekitar.

Penganiayaan terhadap korban tersebut berlangsung pada  ketika hendak membuka pintu belakang rumahnya. 

"Ngeri kali, setelah saya liat CCTV -nya ada enam kali lebih pelaku memukuli korban," ujarnya seraya katakan dirinya merinding setelah lihat CCTV.

Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan serta tengah mengejar pelaku.

"Saat ini kita tengah melalukan penyedilikan. Tim Jahtanras tengah mengejar pelaku. Kita belom dapat pastikan pelaku ODGJ atau bukan, tunggu hasil penyidikan," ungkap Kapolres diwawancarai.

Lanjut Kapolres kembali, pihak keluarga sudah mengetahui peraturan hukum di Negara Republik Indonesia dan wajib dilakukan autopsi pada jenazah korban.

Ia pun meminta waktu bersabar dan menanti polisi melakukan penyelidikan. "Belum ada barang bukti yang diamankan. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran," pungkasnya. 

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved