News Video
DETIK-DETIK Kepling VIII Lempar Kaca Musala Al Amanah Hingga Pecah di Jalan Amaliun Medan
Sedang langsungnya adu mulut tersebut, secara tiba-tiba sang Kepling melangkah ke depan mengambil sabuah batu, dan langsung melempar ke arah jendela
DETIK-DETIK Kepling VIII Lempar Kaca Musala Al Amanah Hingga Pecah di Jalan Amaliun Medan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi Kepala Lingkungan (Kepling) VIII, Muhammad Teguh Rhadi yang melempar kaca Musala Al Amanah hingga pecah, terekam kamera pengawas CCTV.
Dalam rekaman 52 detik tersebut terlihat, Kepling VIII yang memakai pakaian seragam, terlibat adu mulut dengan pihak Musala tepatnya di halaman samping.
Sedang langsungnya adu mulut tersebut, secara tiba-tiba sang Kepling melangkah ke depan mengambil sabuah batu, dan langsung melempar ke arah jendela musala.
Melihat aksinya, warga disekitar langsung merangkul Kepling tersebut untuk menenangkannya.
Kejadian tersebut terjadi di Musala Al Amanah, Jalan Amaliun, Gang Umanat, Kecamatan Medan Area, pada Senin (4/10/2021).
Kepada wartawan, Kepling VIII, Muhammad Teguh Rhadi mengaku bahwa dirinya merasa kesal dengan pembangunan pelebaran musala tersebut.
Sebab, menurutnya pembangunan itu memakan lahan, sehingga para warga tidak bisa memarkirkan kendaraan di lokasi tersebut.
Ditambah lagi, kondisi kawasan tersebut sangat sempit.
"Jadi tujuan mereka itu, dan bahkan tadi orang kecamatan bertanya sama saya tujuan pembangunan nggak tahu untuk apa," kata Teguh kepada Tribun-medan.com, Senin (4/10/2021).
Ia mengatakan bahwa, dirinya sebagai kepling harus bisa menuruti kemauan masyarakatnya.
"Jadi memang kitalah garda terdepan masyarakat yang menengahi ini sekuatnya, begitu kira-kira," sebutnya.
Lebih lanjut, Teguh mengakui bahwa pelemparan tersebut karena merasa kesal, lantaran dirinya dan masyarakat setempat merasa diintimidasi oleh pihak pengurus Musala.
"Kalau masalah pelemparan itu, awal saya sudah datang di situ ada pihak-pihak kalau kita bilang bukan masyarakat sini, yang kita dengar dari ormas," sebutnya.
"Saya kepling selalu diintimadasi, dengan orang yang selalu duduk di samping itu. Jadi saya, sudah berhentikan tadi, cuma tidak didengar," katanya.