Breaking News:

Gelandangan yang Bunuh Owen, Pengusaha Toko Besi di Siantar Dibawa ke RSJ

Gelandangan yang bunuh pengusaha toko besi dibawa ke rumah sakit jiwa. Polisi ingin mengobservasi kejiwaan pelaku

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Penampakan Ali (56) berbaju ungu, pelaku pembunuhan pengusaha toko besi selama menjalani observasi RSJ Prof Dr Ildrem, Kamis (7/10/21) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Ali (57), gelandangan yang membunuh pengusaha toko besi bernama Steven Theodore alias Owen (32) di Siantar dibawa ke RSJ Prof Dr Ildrem Medan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kejiwaan Ali, yang dianggap sejumlah pihak sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan yang bersangkutan akan menjalani observasi oleh psikiater di rumah sakit jiwa tersebut.

"Benar, pelaku kita observasi. Tiga hari yang lalu, Senin (4/10/21) kemarin," ujar singkat AKP Edi Sukamto Kasat Reskrim Polres Siantar ketika dihubungi, Kamis (7/10/21) siang.

Steven Theodore alias Owen (32), pengusaha besi yang tewas dibunuh gelandangan.(HO)
Steven Theodore alias Owen (32), pengusaha besi yang tewas dibunuh gelandangan.(HO) (HO)

Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pematangsiantar Ipda Moses Butarbutar menanbahkan bahwa Al, pelaku pembunuhan anak pengusaha toko besi pada Sabtu (2/10/2021)  diobservasi ke ke RSJ Prof Dr Ildrem di Kota Medan bersamaan dengan Reno Ryanda pelaku teror tas ransel beberapa waktu lalu.

"Si Ali satu rumah sakit jiwa dengan Reno Ryanda di RSJ Prof DR Ildrem berada di daerah Padang Bulan, Kota Medan," ujar Moses tanpa memastikan berapa lama hasil observasi .

Ali yang merupakan gelandangan dan pengemis kerap membahayakan warga di tempat publik. Pada Maret 2019, pria lusuh ini sempat membacok pendeta karena tidak mau membersihkan diri setelah diamankan ke penampungan.

Baca juga: Owen, Pengusaha Toko Besi di Siantar Dibunuh Gelandangan, Ini Cerita Istri Korban

Teranyar, ia kembali berulah dengan membunuh Steven Theodore (32) saat hendak masuk ke dalam rumah tokonya yang berada di lorong pintu belakang, Jalan Sutomo, Pematangsiantar.

Ali membunuh Steven dengan mengarahkan tongkat besi ke bagian kepala sehingga darah segar bercucuran dari kepala Steven.

Ditemukan pula luka lebam di tangan dan kaki di mana Ali beralasan kesal karena pernah ditunjang korban saat berada di lorong rumah tersebut.

Pria paruh baya asal Aceh ini kemudian diringkus tim Jatanras Satreskrim Polres Pematangsiantar 5 jam setelah kejadian, tepatnya di samping Sopo Godang Gereja HKBP Jalan Gereja. 

Baca juga: Seorang Anak Pemilik Toko Besi di Siantar Tewas Bersimbah Darah

Menurut sang istri korban, Ivani  keseharian pelaku memang kerap kali terlihat di kawasan tempat tinggal mereka.

Pelaku kerap juga terlihat pada malam hari. Sementara pada siang hari pergi entah kemana. 

Keluarga pun sangat mengherankan mengapa suaminya tega dianiaya hingga meninggal dunia.

"Siang nggak nampak. Kalau malam aja dia (pelaku) sering di situ, makanya kok kita kasih tempat terus seperti itu," ujar wanita yang dikenal bernama Ivana tersebut. kepada wartawan.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved