Breaking News:

IRT Asal Asahan Dibekuk Polisi karena Bawa Kabur Uang Arisan Tetangga, Ngaku untuk Bayar Utang

Memanfaatkan kondisi tersebut, pelaku memasuki rumah korban dan langsung mengambil tas yang berisikan uang hasil kutipan arisan tersebut. 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Alqadri Harahap
PL di giring polisi menuju ruang sel tahanan karena mencuri uang arisan milik tetangga yang sedang salat. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - PL (48) warga Jalan Randu, Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan di amankan Unit Jatanras Polres Asahan. PL diamankan karena mencuri uang arisan. 

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ramadhani, mengatakan pelaku diamankan di Desa Perkebunan I/III, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan. 

Baca juga: CERITA PILU Tiga Anak Saya Diperkosa Sampai ke Istana, KSP: Melukai Nurani dan Keadilan Masyarakat

Katanya, korban Bahrum (53) yang merupakan teman pelaku baru selesai mengutip uang arisan dan di sangkutkan di ruang salat. 

"Kejadian tersebut terjadi di rumah korban. Dia mau salat, uang itu digantungnya saja. Namun karena kelelahan, korban tertidur," ujar Dhani, Jumat(8/10/2021). 

Memanfaatkan kondisi tersebut, pelaku memasuki rumah korban dan langsung mengambil tas yang berisikan uang hasil kutipan arisan tersebut. 

"Korban sempat sadar, dia teriak dan meminta tolong. Bukannya berhenti, pelaku malah kabur membawa uangnya," jelasnya.

Kata Dhani, kasus ini terungkap dikarenakan tersangka terekam CCTV milik tetangga korban melintasi wilayah tersebut. 

"Karena CCTV tersebut, terlihat di jam yang sama, pelaku melintas dengan sepeda motornya. Sehingga kami berkordinasi dengan Satuan Lalulintas, dan didapatlah bahwa PL adalah pelakunya," katanya. 

Baca juga: Pegulat Putri Sumut Gagal Persembahkan Medali, Diduga Dampak Aturan Baru

Dari aksinya, pelaku berhasil membawa lari uang Rp 8 juta dari hasil kutipan arisan Burhan.

"Namun saat ditangkap, pelaku telah menghabiskan uang tersebut dan tersisa hanya Rp 2,6 juta," kata Dhani. 

Pengakuan pelaku, mencuri uang milik korban untuk menebus hutang pelaku di penggadaian.

"Untuk bayar hutang, menebus emas miliknya di pegadaian," pungkasnya. 

Ia mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman 7 tahun penjara.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved