Breaking News:

Pegulat Putri Sumut Gagal Persembahkan Medali, Diduga Dampak Aturan Baru

Aturan yang mengacu kepada ketentuan  Federasi Gulat Internasional ini sesungguhnya diprotes hampir seluruh kontingen.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
Pegulat putri Sumut, Heka Mayasari (bawah) saat beraksi di PON ke-20 Papua 2021, di GOR Futsal Dispora Merauke, Jum'at (8/10/2021)  

TRIBUN-MEDAN.com,MERAUKE-Perjuangan pegulat putri Sumut, Heka Mayasari di pentas PON XX/2021 di Papua berakhir sudah.

Ia belum berhasil meraih medali setelah hanya menempati peringkat keempat kelas 53 kg, gaya bebas, Jumat (8/10/2021) di GOR Futsal Dispora Merauke.

Gagalnya Heka meraih medali tidak terlepas peraturan pertandingan baru yang diterapkan panitia pelaksana di event ini.

Aturan yang mengacu kepada ketentuan  Federasi Gulat Internasional ini sesungguhnya diprotes hampir seluruh kontingen.

Dalam aturan baru, tidak ada istilah juara tiga bersama. Artinya, untuk memperebutkan medali perunggu, dua pegulat yang kalah di semifinal harus kembali bertanding.

Baca juga: Tipu Pasutri Ratusan Juta Berkedok Investasi, Novalina Dihukum Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

"Kita memprotes aturan baru ini karena belum disosialisasi sebelumnya. Tapi Panitia bersikeras tetap mengacu kepada  aturan baru," ujar Pelatih Gulat Sumut   Anggi Muda Siregar usai rapat khusus soal aturan baru ini.

Pembahasan soal aturan baru ini pulalah yang membuat jadwal semifinal diundur lebih setengah jam.

Dalam pertandingan kemarin, Heka yang berada di Grup A sesungguhnya tampil baik. Di laga pertama, ia kalah 0-1 dari Eka Setiawati dari Jabar.

Meski kalah di laga pertama, namun Heka tidak kalah semangat.

Pelatih Anggi Muda Siregar terus memberi spirit agar pegulat putri asal Karo tersebut bisa memenangi laga keduanya melawan Meshke Patriske dari Papua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved