Breaking News:

CEK SEKARANG Daftar 53 Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Berbahaya,Temuan BPOM Mengejutkan

Cek Sekarang! Siapa tahu obat tradisional dan suplemen ini masih kerap Anda konsumsi.Temuan BPOM mengejutkan,

Editor: Salomo Tarigan
shutterstock via kompas
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com  - Cek Sekarang! Siapa tahu obat tradisional dan suplemen ini masih kerap Anda konsumsi.

Temuan BPOM mengejutkan, terkait bahan kimia yang terkandung di dalam obat tradisional tersebut.

Yuk, Tribuners simak selengkapnya.    

//

Badan POM (BPOM) mengumumkan temuan 53 produk obat tradisional, 1 suplemen kesehatan, dan 18 item kosmetika mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau bahan dilarang yang berbahaya bagi kesehatan.

Hal tersebut didasari dari hasil sampling dan pengujian yang dilakukan selama periode Juli 2020 hingga September 2021.

Baca juga: DITUDING Melakukan Prank Jatuh Pingsan, Lesti Kejora Rasakan Sakit Luar Biasa Sesak

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani mengatakan, dari pengawasan selama masa pandemi ini BPOM menemukan kecenderungan baru temuan BKO pada produk obat tradisional berupa Efedrin dan Pseudoefedrin.

Obat tradisional yang mengandung Efedrin dan Pseudoefedrin berisiko dapat menimbulkan gangguan kesehatan, yaitu pusing, sakit kepala, mual, gugup, tremor, kehilangan nafsu makan, iritasi lambung, reaksi alergi (ruam, gatal), kesulitan bernafas, sesak di dada, pembengkakan (mulut, bibir dan wajah), atau kesulitan buang air kecil.

“Modus penambahan BKO berupa Efedrin dan Pseudoefedrin ini dapat digunakan secara tidak tepat dalam penyembuhan Covid-19”, jelas Reri saat memberikan keterangan pers virtual pada Hari Rabu (13/10).

Dijelaskan, Efedrin dan Pseudoefedrin selain berupa senyawa sintetis, juga terdapat secara alami pada tanaman, yaitu merupakan bahan aktif dari tanaman Ephedra sinica atau Ma Huang, yang lazim ditemukan pada Traditional Chinese Medicine (TCM), termasuk Lianhua Qingwen Capsules (LQC) Tanpa Izin Edar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved