Revitalisasi Lapangan Merdeka Sebentar Lagi Terlaksana, Bobby Nasution Tuai Banyak Dukungan

Wali Kota Medan sudah punya perencanaan dan persiapan yang kuat untuk melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Tayang:
HO
Desain Lapangan Merdeka Medan yang akan direvitalisasi jadi Ruang Terbuka Hijau 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan sudah punya perencanaan dan persiapan yang kuat untuk melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka, Kota Medan. Rencananya, Lapangan Merdeka akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan cagar budaya. 

Selain itu, Kota Medan akan dijadikan ikon atau landmark Kota Medan yang pada intinya revitalisasi dilakukan untuk merealisasikan janji kampanye. 

Desain Lapangan Merdeka yang baru mencangkup infrastruktur pedestrian, drainase, air limbah termasuk pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah. 

Sedangkan, penataan dan pembangunan sisi dalam Lapangan Merdeka akan dilakukan Pemerintah Kota Medan.  Guna memuluskan rencana revitalisasi ini, Bobby Nasution telah melaksanakan kunjungan kerja ke Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus minta dukungan. 

Kedatangan Bobby Nasution langsung diterima Direktur Jendral (Dirjen) Cipta Karya Ir Diana Kusumastuti MT. Setelah menyampaikan program yang akan dilakukan terkait dengan revitalisasi, Dirjen Cipta Karya pun mendukungnya.

“Alhamdulillah, Kementrian PUPR mendukung program kita untuk revitalisasi Lapangan Merdeka,” kata Bobby Nasution usai pertemuan beberapa hari lalu.

Diungkapkan Bobby Nasution, akhir Oktober ini, draft desain akan selesai dan langsung ditenderkan pada November.

Jika tidak ada kendala, pembangunan fisik sudah dapat dilakukan awal tahun 2022. Guna melancarkan revitalisasi yang dilakukan, Pemko Medan akan diberikan guideline atau pedoman oleh konsultan.

Dikatakan Bobby Nasution, revitalissi Lapangan Merdeka dilakukan  merupakan realisasi janji kampanye setelah menginventarisir aspirasi dan permintaan masyarakat. Sebab, sudah lama masyarakat menginginkan agar lapangan yang mulai  aktif digunakan sejak tahun 1880 dan pada masa Kolonial Belanda dinamakan de Esplanade agar dikembalikan ke bentuk dan fungsinya semula.

"Apa yang menjadi suara masyarakat tentunya kita dengarkan. Masyarakat minta agar Lapangan Merdeka dikembalikan fungsinya sebagai RTH dan semua yang ada di dalamnya tidak boleh berkurang. Perintah masyarakat kita jalankan, insya Allah revitalisasi Lapangan Merdeka segera kita lakukan. Apalagi Kementerian PUPR sudah mendukungnya,” ujarnya. 

Perencanaan dan persiapan yang kuat dan matang dalam program revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan Bobby Nasution ini mendapat respon positif oleh Dosen Departemen Antropologi USU Dr Drs Fikarwin Zuska  M  Antropolgi Aktif.

Hanya Fikarwin menjelaskan, revitalisasi dan cagar budaya adalah hal yang berbeda. Kalau berbicara cagar budaya, jelas Fikarwin, Bobby Nasution  harus terlebih dahulu memerintahkan dinas tekait untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya tentang Lapangan Merdeka.  Dan, kemudian menyerahkannya ke tim ahli cagar budaya Kota Medan untuk diteliti dan ditetapkan sebagai cagar budaya.

Sedangkan jika berbicara revitalisasi, sambung Fikarwin, menghidupkan kembali apa yang dulu sudah ada. Dikatakannya, konsep revitalisasi ini  yakni mengembalikan kepada fungsi sebelumnya dari Lapangan Merdeka.

Apakah mengembalikan fungsinya seperti pada masa zaman Belanda atau pada masa kemerdekaan saat Teks Proklamasi pertama kalinya dibaca di lapangan tersebut

"Jika ingin membangun Lapangan Merdeka menjadi RTH berarti dibangun dan didesign untuk fungsi RTH, seperti   ditanami tanaman endemik. Selain menjadi RTH, Lapangan Merdeka juga dapat menjadi ruang konservasi  bagi tanaman-tanaman atau tumbuhan endemik di Kota Medan," jelas Fikarwin.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved