Breaking News:

Nikmatnya Minum Kopi di Balik Dolok Martimbang yang Indah, Bukit Berkah Bagi Desa Siandorandor

Menikmati senja sambil seruput kopi adalah suasana yang paling nikmat. Selain memancarkan keindahan, ternyata bukit ini adalah berkah bagi masyarakat

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
MAURITS PARDOSI/ TRIBUN MEDAN
Suasana Dolok Martimbang terlihat dari Desa Siandorandor, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara pada Minggu (17/10/2021). 

TRIBUN MEDAN.com, TAPUT – Dari Desa Siandorandor, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara terlihat jelas sebuah bukit, yang dinamai warga sekitar Dolok Martimbang.

Menikmati senja sambil seruput kopi adalah suasana yang paling nikmat. Selain memancarkan keindahan, ternyata bukit ini adalah berkah bagi masyarakat sekitar.

Bukit ini menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar, secara khusus lahan pertanian di beberapa desa yang terletak di kaki bukit tersebut.

Selain bagi pertanian, air yang bersumber dari bukit tersebut ternyata digunakan masyarakat sekitar sebagai air minum bagi rumah-rumah warga sejak zaman kolonial Belanda.

“Sejauh yang kita lihat, kawasan tersebut menjadi sumber air bagi rumah dan pertanian di sejumlah daerah yang berada di kaki bukit tersebut sejak zaman Kolonial Belanda. Di atas bukit tersebut, pihak Belanda sudah pernah membuat tembok besar agar mata air tetap lestari,” ujar Tarasi Manurung (84), sebagai orang tua di kampung Siandorandor pada Minggu (17/10/2021).

“Bukan hanya itu, dari mitos yang kita dengar, di kawasan tersebut ada pohon jeruk purut dengan 7 warna. Ini tidak pernah kusaksikan dengan mata kepala sendiri, tapi mitos itu menyebar di kawasan kita ini,” sambungnya.

Bukit ini juga menjadi penghangat bagi beberapa desa sekitar dari hempasan angin. Walau tetap bercuaca dingin, beberapa kawasan sekitar bukit tidak pernah mengalami angina kencang atau putting beliung. 

“Walau daerah kita ini berada di dataran tinggi, tidak terlalu dingin karena bukit itu menghempang hembusan angin. Sejau saya ingat, desa ini tetap tenteram, tak pernah angina putting beliung datang seperti di beberapa kawasan di Tapanuli Utara ini,” terangnya.

Bukit yang masih lestari ini ternyata masih menyimpan sejumlah kayu alam yang belum pernah disentuh industri.

Masyarakat sekitar juga berharap pertumbuhan kayu alam tersebut akan membuat air jernih tersebut tetap lestari. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved