Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Bahasa Indonesia: Cara Membuat Teks Kesimpulan yang Benar

Penarikan kesimpulan bisa digunakan dengan berbagai cara. Terutama, murid paham ide pokok dari cerita tersebut. 

Tayang:
Ilustrasi
Ilustrasi Menulis Kalimat Intransitif 

TRIBUN-MEDAN.com - Pada mata pelajaran bahasa Indonesia, guru sering memaparkan sebuah cerita atau pun artikel. Lalu, para guru sering meminta murid untuk menarik kesimpulan dari cerita tersebut. 

Penarikan kesimpulan bisa digunakan dengan berbagai cara. Terutama, murid paham ide pokok dari cerita tersebut. 

Maka, ini materi cara Membuat kesimpulan sesuai kaidah yang baik dan benar.

Pengertian Kesimpulan
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kesimpulan adalah keputusan yang diambil dari cara berpikir baik secara deduktif maupun induktif dari suatu gagasan atau pembahasan. Pengertian kesimpulan secara umum adalah pernyataan ringkas yang diambil dari suatu analisis, pembahasan suatu cerita, atau hasil suatu pembicaraan.

Banyak penulis yang kesulitan dalam membuat suatu kesimpulan, mereka biasanya sulit untuk menentukan atau memilih sesuatu yang menarik untuk dijadikan sebagai klimaks. Terlebih jika hasil tulisan itu merupakan penelitian, maka kesimpulan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di bagian awal penelitian. Biasanya satu atau dua paragraf cukup untuk memberikan suatu gambaran hasil penelitian seperti dalam penulisan skripsi. Tetapi untuk beberapa hasil, lebih dari dua paragraf akan diperlukan dalam menjelaskan bagaimana gambaran hasil akhir. Maka, cara membuat kesimpulan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam diri seorang penulis.

Baca juga: Materi Belajar Biologi: 10 Fungsi Paru-paru Manusia dan Bagian-bagiannya

Baca juga: Materi Belajar Astronomi: Jawaban Mengapa Bulan Terlihat Pada Siang Hari

Ciri-ciri Kesimpulan yang Baik dan Benar
Cara menentukan suatu kesimpulan tidak begitu sulit untuk dicari karena terdapat beberapa ciri-ciri yang menggambarkan suatu bagian tersebut.

1. Sederhana, Singkat, dan Jelas
Ciri-ciri yang pertama adalah kesimpulan harus sederhana, singkat, dan jelas. Di dalamnya merangkum beberapa gagasan atau pernyataan yang telah lebih dahulu dipaparkan di bagian isi. Penting untuk tidak menguraikan gagasan baru yang tidak disampaikan pada bagian-bagian sebelumnya sehingga tidak menimbulkan kesan multitafsir.

2. Pesan Dapat Tersampaikan
Dalam sebuah teks, pasti ada informasi atau pesan yang ingin disampaikan agar dapat menambah pengetahuan orang yang menikmatinya. Begitu juga dengan kesimpulan, harus memuat informasi atau pesan tertentu yang ditujukan kepada pembaca.

3. Berisi Intisari dari Tulisan
Intisari merupakan ringkasan yang isinya sama dengan apa yang telah dijelaskan, tetapi menggunakan bahasa sendiri yang telah dikembangkan. Walaupun ringkas, jangan sampai ada bagian yang tidak tercantum karena kesimpulan harus memuat seluruh isi teks atau bacaan.

4. Dimulai dari Hal Khusus Menjadi Hal yang Umum
Makna dari khusus menjadi umum yaitu sebutkan hal-hal yang merupakan ciri khas suatu konsep dalam beberapa kalimat penjelas. Setelah itu di akhir kalimat susun kalimat yang mencakup seluruh ciri khas tersebut dalam satu kalimat umum.

5. Menggunakan Kosakata Baku
Kesimpulan harus berisi kosakata baku, hindari penggunaan frasa di luar pedoman ejaan bahasa Indonesia. Jangan gunakan istilah yang tidak diketahui orang pada umumnya karena akan memunculkan pertanyaan kontekstual yang mungkin tidak terdapat dalam kesimpulan tersebut.

6. Dapat bergabung dengan kalimat utama
Kesimpulan dapat ditemukan pada akhir kalimat, namun biasanya ia akan berhubungan dengan kalimat utama pada suatu paragraf. Untuk menentukan inti, maka gabungkan kalimat utama dengan kalimat akhir paragraf untuk membentuk suatu kesimpulan.

7. Dapat berupa hubungan sebab akibat atau akibat sebab
Hubungan sebab akibat dalam sebuah paragraf dapat menjadi kunci untuk mendapatkan suatu kesimpulan dari teks bacaan. Ketika tahu mana hubungan sebab akibat yang terjadi di dalamnya, seseorang tidak akan kesulitan menemukan inti permasalahan yang dibahas.

8. Dibuat berdasarkan Kata Kunci pada Kalimat Penjelas dan Ide Pokok
Kesimpulan harus dibangun berdasarkan ide pokok yang ada pada setiap paragraf. Selain itu, kata kunci dalam kalimat penjelas juga harus disertakan agar dapat mencakup isi keseluruhan bagian menjadi satu kesatuan yang utuh. Penulis dapat menggunakan teknik parafrase atau menggunakan kalimat sendiri asalkan maknanya tidak berubah.

Cara Membuat Kesimpulan
Ada sejumlah cara yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam menulis sebuah kesimpulan di akhir tulisan. Panduan mengenai pembuatan kesimpulan dapat disimak melalui penjelasan di bawah ini.

1. Baca Kembali Teks
Pertama adalah pahami dengan betul apa yang telah ditulis dengan cara membaca kembali isi teks untuk memudahkan dalam penarikan suatu kesimpulan. Apabila satu kali membaca belum paham akan isinya,maka seorang penulis harus membacanya kembali sampai benar-benar mengerti.

2. Catat Ide Pokok dalam Teks
Temukan ide pokok pada teks atau tulisan yang telah disusun berupa gagasan atau pokok pikiran yang menjadi fokus tulisan. Hal ini bermanfaat agar peneliti dapat memaparkan kesimpulan dari tulisannya tersebut dan pesan yang akan disampaikan kepada pembaca.

3. Tidak Menggunakan Kata-kata yang Diulang
Kesimpulan pada intinya memuat kalimat yang dasarnya sama dengan apa yang sudah dikemukakan pada bagian awal. Tetapi di bagian ini tulisan disajikan dengan bahasa yang berbeda, bukan hasil salinan dari apa yang sudah dituliskan. Hindari penulisan ulang dengan pembahasan sebelumnya dengan menggunakan bahasa hasil pengembangan atau parafrase dengan tetap menyampaikan topik utama dari tulisan tersebut.

4. Gunakan Teknik Pengambilan Kesimpulan
Bagi seorang penulis, banyak teknik yang dapat digunakan sebagai cara membuat kesimpulan atas hasil tulisannya. Metode yang dapat digunakan sebagai cara membuat kesimpulan adalah sebagai berikut.

Baca juga: Materi Belajar Biologi: Ciri-ciri Hewan Invertebrata dan Daftar Hewan Invertebrata

Baca juga: Materi Belajar Biologi: Penjelasan Hewan Vertebrata, Ciri-ciri, dan Klasifikasinya

a. Metode Deduksi
Menurut asal katanya, metode deduksi merupakan cara membuat kesimpulan dengan memaparkan permasalahan pada bagian awal lalu membuat ringkasan atas apa yang sudah diuraikan. Langkah selanjutnya adalah menghubungkan data atau fakta yang telah diperoleh dengan inti permasalahan yang akan dicari untuk mendapatkan suatu gambaran. Kemudian jelaskan makna dan akibat-akibat atas kesimpulan tersebut baik itu secara teoritis maupun secara praktis sehingga dapat menarik pembaca untuk menelusurinya juga. Dengan begitu hasil tulisan kita dapat berkontribusi untuk dikembangkan oleh orang lain menjadi hasil tulisan yang lebih menarik lagi.

b. Metode Analogi
Metode ini dilakukan dengan cara memberikan gagasan, pandangan, atau menyampaikan pokok penelitian menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dipahami. Metode ini banyak dipakai dalam pengambilan kesimpulan yang bersifat ilmiah seperti dalam penulisan sebuah skripsi atau pada penelitian tertentu.

c. Metode Korelasi
Dilihat dari asal katanya, korelasi bermakna hubungan yang berarti menghubungkan suatu konsep dengan konsep lainnya agar menjadi lebih padu pada sebuah penelitian. Langkah pertama adalah memaparkan topik yang telah dibahas pada bagian awal dan mencari hubungan sebab akibat yang terjadi diantara keduanya. Metode ini digunakan dengan maksud untuk menegaskan kembali gagasan di bagian awal yang telah dipaparkan sebelumnya.

5. Tuliskan Opini Terkait Permasalahan yang Ada
Dalam menuliskan sebuah kesimpulan, seorang penulis diperbolehkan untuk menuliskan pendapat pribadi atas temuan atau fakta yang diperoleh seorang penulis. Tetapi, perlu diingat bahwa pendapat tersebut harus menguatkan data yang ada sehingga tidak melahirkan konsep baru yang berbeda dari sebelumnya. Dalam beberapa karya tulis yang bersifat ilmiah, bagian akhir ini dapat disusun berdasarkan data-data hasil penelitian atau berdasarkan referensi tertentu. Hindari opini yang menyimpang dari isi dalam pembahasan yang membuat bobot tulisan tersebut menjadi menurun dan tidak dapat dijadikan sebagai acuan bagi pembaca.

6. Ungkap Keterbatasan
Dalam suatu penelitian, tidak jarang peneliti menemukan beberapa hal yang membuat penelitiannya berjalan tidak maksimal sebagaimana yang telah diharapkan sebelumnya. Hal-hal tersebut yang biasa ditemukan dalam penelitian disebut sebagai keterbatasan. Beberapa keterbatasan yang menyebabkan sebuah penelitian tidak dapat maksimal seperti penggunaan teori yang kurang memadai, metode penelitian yang kurang cocok, dan lain sebagainya. Peneliti hendaknya menuliskan keterbatasan yang ditemukannya selama penelitian pada bagian kesimpulan sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya yang akan menyelidiki hal-hal serupa. Tujuannya tentu satu, agar dapat lebih dikembangkan di kemudian hari atau dapat lebih memperluas hasil penelitiannya dibandingkan temuan sebelumnya.

7. Tempatkan Diri Sebagai Seorang Pembaca
Hasil akhir dari hasil karya seorang penulis adalah pembaca, karena merekalah yang akan menikmati apa yang sudah ditulis, bukan diri sendiri. Hasil tulisan tersebut bukan media curhat seperti dalam buku harian, maka pikirkan apa yang dapat dilakukan pembaca setelah membaca kesimpulan. Posisikan diri sebagai seorang pembaca agar dapat menarik sebuah inti yang dapat memotivasi untuk membaca keseluruhan tulisan tersebut.

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Sains dan Teknologi: Bunyi Hukum Archimedes dan Contohnya di Kehidupan

Baca juga: Materi Belajar Kimia SMA: 8 Cara Menghafal Tabel Periodik dengan Cepat

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved