News Video
Arti dari Masker Tanda Silang Haris Azhar & Fatia saat Temui Luhut Binsar Pandjaitan di Mapolda
Aktivis Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti mendatangi Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/10/2021).
Ketua advokasi LBH Jakarta itu menilai banyak terjadi aksi pembungkaman saat adanya kritik terhadap pejabat publik.
TRIBUN-MEDAN.COM - Aktivis Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti mendatangi Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/10/2021).
Mereka memenuhi undangan mediasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Ada yang tak biasa dengan kedatangan mereka, rombongan Haris mengenakan masker putih dengan tanda silang warna merah.
Haris dan Fatia yang didampingi sejumlah pengacara terlihat menggunakan masker yang serupa.
Masker putih itu sangat unik karena berwarna dasar putih dan terdapat tanda silang dari lakban merah di bagian tengah.
Dilansir Tribunnews, pengacara Haris dan Fatia dari LBH Jakarta, Nelson Simamora, menjelaskan arti masker itu.
Ia menjelaskan bahwa masker yang digunakan kliennya melambangkan pembungkaman.
Nelson menyebut kasus yang menjerat kliennya sebagai representasi dari masker yang dipakai saat memenuhi panggilan polisi.
"Ini makai masker memiliki makna. Artinya ada pembungkaman terhadap aktivitas saat mengkritisi kerja-kerja pejabat publik. Ini tanda dari masker ini," kata Nelson di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021).
Nelson menambahkan, pembungkaman yang dimaksud bukan hanya menimpa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.
Ketua advokasi LBH Jakarta itu menilai banyak terjadi aksi pembungkaman saat adanya kritik terhadap pejabat publik.
Menurutnya saat ini kerap terjadi kritik yang malah berujung pada pelaporan kepada polisi.
Akibatnya, karena pembungkaman tersebut banyak masyarakat menjadi takut menyampaikan pendapatnya dalam menilai kinerja pejabat publik.
"Kita baca di pemberitaan di media massa ini kan sedikit-banyak membuat orang-orang takut membuat konten, menyampaikan pendapat di ruang siber, di ruang digital. Mereka takut dijerat pidana, jadi maksud masker ini menyampaikan adanya pembungkaman terhadap pendapat yang disampaikan publik," kata Nelson.
Nelson juga menyinggung terkait permasalahan Papua, ia menyebut banyak pelanggaran HAM di sana.