Breaking News:

News Video

VIDEO LENGKAP Oknum Guru PNS Perlakukan tak Senonoh 2 Siswi di Hotel 

VIDEO LENGKAP Oknum Guru PNS Perlakukan tak Senonoh 2 Siswi di Hotel, Setelah Puas Tinggalkan Uang Jajan Rp 20 Ribu 

Penulis: Alfiansyah | Editor: M.Andimaz Kahfi

VIDEO LENGKAP Oknum Guru PNS Perlakukan tak Senonoh 2 Siswi di Hotel, Setelah Puas Tinggalkan Uang Jajan Rp 20 Ribu 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -  Seorang guru di Kota Medan, melakukan pencabulan terhadap dua orang muridnya yang masih berusia 14 tahun di kamar hotel dan di jalan tol.

Guru tersebut berinisial, PG (49). Ia merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) disalah satu sekolah di Kota Medan.

Pelaku dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap muridnya berinisial MNH (14) dan AN.

Kedua korban dicabuli dilokasi dan waktu yang berbeda.

Aksi pencabulan terhadap MNH sempat terekam kamera pengawasan CCTV yang terpasang di halaman hotel.

Dalam rekaman tersebut, terlihat mobil pelaku berwarna silver BK 1926 AAG masuk ke dalam parkiran hotel kelas melati.

Saat mobilnya masuk, tampak seorang pria langsung menutup tirai parkiran tersebut.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan modus pelaku yakni mengajak para korbannya untuk makan siang dan jalan-jalan.

Aksi kejinya dilakukan pada, Kamis (16/9/2021) silam.

Saat itu, pelaku mengajak korban berinisial MNH untuk menemaninya makan siang. Korban yang polos menuruti kemauan pelaku.

Namun, saat diperjalanan pelaku membelokkan mobilnya dan masuk ke sebuah hotel di kawasan Kota Medan.

"Pelaku merupakan seorang PNS di salah satu sekolah negeri di Kota Medan. Pelaku diamankan setelah mencabuli muridnya yang berumur 14 tahun," kata Kapolrestabes Medan Kombes, Pol Riko Sunarko, Kamis (21/10/2021).

"Modus pelaku adalah mengajak korban, mengajak makan siang, kemudian korban diajak ke salah satu hotel melati kemudian korban diajak masuk ke hotel tersebut, dan mencabuli korban," lanjutnya.

Ia mengatakan setelah aksi pencabulannya selesai, pelaku yang merupakan guru komputer ini tertidur di dalam kamar hotel.

Setelah itu, ibu korban yang mengetahui korban pergi bersama sang guru, menelpon gurunya dan menanyakan keberadaan putrinya.

"Saat dihubungi, ibu korban menanyakan dimana anaknya, namun tersangka tidak mengakui sedang bersama korban," sebutnya.

Setelah menerima telpon dari ibu korban, Riko menambahkan bahwa pelaku langsung meninggalkan korban seorang diri di dalam kamar hotel. Dan memberikan uang sebanyak Rp 20 ribu kepada korban.

"Setelah menerima telpon dari ibu korban, tersangka kemudian meninggal uang Rp 20 ribu kepada korban dan meninggalkan korban di kamar hotel," tuturnya.

Lalu, korban yang seorang diri menelpon ibunya dan menceritakan bahwa ia sedang berada di hotel. Dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

"Korban menghubungi ibunya dan dijemput oleh sepupunya di hotel," tuturnya.

Kemudian, setelah mendaptkan laporan dari korban polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku, pada Kamis (14/10/2021).

"Pelaku diamankan di sebuah warung dekat rumahnya di Helvetia," katanya.

Kapolrestabes Medan Kombes, Pol Riko Sunarko mengungkapkan, selain korban berinisial MNH (14) ada lagi korban yang melaporkan kejadian serupan kepada polisi.

Korban tersebut berinisial AN, yang saat ini telah menjadi alumni di sekolah tempat sang guru mengajar.

"Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, kita temukan ada korban lagi yang melapor yang bersangkutan adalah alumni sekolah tersebut," kata Riko.

Ia menyebutkan, modus yang dipakai oleh pelaku yakni sama. Mengajak korban jalan-jalan.

Mirisnya, AN dicabuli bukan di kamar hotel. Namun, didalam mobil pelaku di pinggir jalan Tol.

"Saat korban menjadi siswi di sekolah tersebut, tersangka ini juga melakukan hal yang sama dengan modus yang sama," sebutnya.

"Korban diajak jalan, namun dibelokkan ke jalan tol, di jalan tol kemudian tersangka melakukan pencabulan di dalam mobil," lanjutnya.

Riko mengatakan, saat itu korban diancam akan ditinggalkan oleh pelaku di jalan Tol, jika tidak mau menuruti kemauannya.

"Korban diancaman, apa bila korban tidak mau mengikuti keinginannya akan ditinggalkan di jalan tol," sebutnya.

Lebih lanjut, ia menduga korban lebih dari satu. Riko pun menghimbau jika ada korban yang lainnya segeralah melaporkan kepada polisi.

"Kita mengimbau apabila ada lagi yang menjadi korban dari tersangka, kami tunggu laporannya. Silahkan lapor ke kita, kita akan amankan, kita lindungi yang pasti akan kita rahasia identitasnya," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved