TRIBUNWIKI

SOSOK dr Cici Yunika, Dokter Kecantikan yang Sukses Buka Klinik di Asahan

Dokter Cici mengawali karir menjadi dokter setelah tamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pada tahun 2010.

Tayang:
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
HO
Dr. Cici Yunika 

TRIBUN-MEDAN.com,ASAHAN- dr Cici Yunika merupakan dokter kecantikan di klinik Cici Skin Aesthetic yang cukup dikenal bagi kalangan pecinta kecantikan di Kabupaten Asahan, khususnya Kisaran.

Dokter Cici mengawali karir menjadi dokter setelah tamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pada tahun 2010.

Dan membuka klinik di tahuan 2020, Cici kini memiliki pasien tetap kurang lebih 200 orang dalam sebulan.

Baca juga: Beli Satu Gratis Satu di Cerita Kita Coffee Shop, Berlaku hingga 31 Oktober 2021

Wanita kelahiran Rantau Perapat, Kabupaten Labuhanbatu 35 tahun silam, kini sukses menjalani kliniknya.

Bahkan ia kini telah mengeluarkan berbagai produk kecantikan.

Mulai dari serum, hingga Skin Care kini di produksinya di klinik Cici Skin Aesthetic yang memiliki enam orang karyawan.

Ia mengaku, ingin memiliki klinik kecantikan bukan hanya sekadar gaya-gaya.

Namun ia menginginkan wanita-wanita di Kabupaten Asahan dapat merasakan kecantikan dengan harga murah.

Pasalnya, Cici mematok harga mulai Rp 100 Ribu, hingga Rp 500 ribu untuk wanita yang mengalami masalah kulit mulai jerawat hingga flek hitam.

Ia mengatakan, selain untuk berobat, ia juga membuka jasa konsultasi masalah kulit yang tidak dikenakan biaya Ia mengatakan, dari konsultasi tersebut, nanti akan diketahui apa penyebab penyakit kulit pasien. 

"Bisa juga secara online, melalui Instagram kami di Dr.Cici_aesthetic," katanya. 

Baca juga: Jabu, Lokasi Nongkrong dan Kulineran di Berastagi yang Tawarkan Konsep Instagramable

Ia mengatakan termotivasi membangun klinik murah dikarenakan ingin merubah image masyarakat yang mengatakan biaya kecantikan mahal. 

Sebab menurutnya, semua wanita terlahir cantik, namun banyak wanita yang tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri.

Ia mengatakan, skin care yang di produksinya telah memiliki izin BPOM dan bebas merkuri.

"Kalau merkuri saya tidak pakai, karena itu berbahaya dan tidak bisa lulus BPOM," katanya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved