Polisi Nyaris Dibunuh Preman
Polisi Dibacok Preman dan Hendak Dibunuh, Kasat Reskrim: Mereka Tidak Pakai Seragam
Aksi premanisme kian mengerikan di Kota Medan. Seorang personel polisi nyaris tewas dibacok preman lantaran hendak membantu keluarganya
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Aipda Eko Sugiwan, anggota Polsek Medan Timur yang dibacok preman kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasus polisi dibacok preman ini sekarang sudah ditangani Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, sebelumnya kasus ini sempat ditangani Polsek Helvetia.
"Karena tingkat kesulitan dan kerawanan kasusnya (lebih tinggi), maka lebih baik ditangani Polrestabes Medan," kata Rafles, Senin (1/11/2021).
Dia mengatakan, bahwa benar pelaku penyerangan yang hendak membunuh Aipda Eko Sugiwan adalah preman anggota ormas tertentu.
Namun, penyerangan itu dilakukan bukan atas nama ormas para preman.
Baca juga: OKP Bentrok Karena Spanduk, Kapolda: Tidak ada Preman-preman di Sumatera Utara
"Mereka tidak mengatasnamakan FKPPI. Tidak pakai seragam FKPPI. Jadi belum bisa saya katakan diserang ormas FKPPI," katanya.
Kasus penyerangan yang berujung upaya pembunuhan ini bermula saat Edi Susanto, kakak kandung Aipda Eko Sugiwan berbisnis rental truk dengan anggota OKP berinisial DK.
Saat diwawancarai, Edy yang merupakan suami dari Aiptu Surya Ningsih ini mengatakan, pada Rabu (13/10/2021) lalu DK datang jendak menyewa truk sebanyak tujuh unit ke Kabupaten Langkat.
"Awalnya datanglah DK ini, sebelumnya memang sudah kenal. Sudah pernah merental sama kita sekali dua kali, enggak ada masalah. Makanya kita percaya sama dia," kata Edi kepada Tribun-medan.com, Minggu (31/10/2021).
Ia mengatakan, saat itu dirinya mengaku tidak memiliki unit sebanyak yang diinginkan.
Namun, Edi mencarikan truk yang diminta kepada rekannya bernama Pohan dan Anto.
Baca juga: Video Detik-detik Pedagang Pajak Pringgan Berdamai dengan Preman yang Tikam Dirinya
"Saya bilang sama dia (DK), unit saya enggak ada. Kalau bisa saya bantu satu unit. Jadi saya telpon kawan saya. Dapatlah dari Anto tiga unit dari Pohan empat unit," sebutnya.
Edi menambahkan, penyewaan truk tersebut dihitung perhari, satu truk Rp 900 ribu.
DK pun menyetujui, dan menyewa tujuh unit selama enam hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aipda-eko-sugiawan-saat-dilarikan-ke-rumah-sakit-usai-dibacok-oleh-puluhan-orang.jpg)