News Video

Tak Seberuntung Tetangga, Pasutri Ini Menahan Kantuk dan Lapar di Rumah Tepas Bambu Pascapasang Laut

Tugiman dan istrinya tak sebagus nasib tetangga-tetangganya yang ketika banjir terjadi pasang laut dapat mengungsi ke loteng rumah.

Penulis: Arjuna Bakkara |

Tak Seberuntung Tetangga, Pasutri Ini Menahan Kantuk dan Lapar di Rumah Tepas Bambu Pascapasang Laut

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Saat pasang laut terjadi di Jalan Danau Siombak, Lingkungan VII Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Marelan, tepatnya sekitar Situs Kota Cina, Sabtu (6/11/2021) Pukul empat subuh tadi, pasangan suami istri, Tugiman (74) dan Warni (68) kesulitan.

Keduanya bahkan tidak tidur semalaman karena kepungan banjir rob atau pasang laut.

"Enggak tidur nak, soalnya mulai jam dua tadi pagi lantai sudah basah. Dan akhirnya, pemukiman disini terendam sampai setengah meter,"ujar Warni.

Tugiman dan istrinya tak sebagus nasib tetangga-tetangganya yang ketika banjir terjadi pasang laut dapat mengungsi ke loteng rumah. Pasangan suami istri lanjut usia ini hanya tinggal di rumah berdinding tepas, dan setengah bagian dapur masih berlantai tanah.

Menunggu matahari terbit, Warni dan Tugimin cuma bisa duduk di kursi menahan kantuk dengan posisi kaki yang terus terendam air."Duduk di kursilah nak kayak gini, rumah ibu cuman tepas enggak punya loteng,"ujar Warni santai sambil menunjuk rumahnya.

Menurut Warni, pasang laut sebelumnya tak pernah dampaknya separah saat ini di lingkungannya. Pasangan suami istri ini kini pun menjadi kesulitan mencari makan.

Keduanya hanya bergantung pada hasil penjualan nasi. Sayangnya,banjir rob melanda dan mereka tak bisa berjualan.

Amatan Tribun di bagian belakang rumah Tugiman, untuk air bersih juga kesulitan mereka dapatkan. Lagi-lagi bila banjir rob melanda, sumur mereka sampai bercampur lumpur.

Warni, istri Tugiman pun harus menampung air hujan lalu disimpan dalam botol plastik bekas kemasan air mineral."Sumur pun jadi jorok nak, masuk lumpur kalau sudah terjadi banjir rob," ujar Warni.

Tugiman dan Warni, atas dampak pasang laut yang mencapai daerahnya tidak berharap banyak dari pemerintah. Mereka hanya membutuhkan makanan untuk sementara ini.

"Kami hanya butuh makanan saja sebenarnya sementara ini. Berharap, pemerintah dapat membantu kami,"ujar Warni.

Pantauan Tribun Petang hari, air mulai naik dan hampir meluber ke badan jalan di Sungai Kecil, Jalan Danau Siombak Lingkungan VII Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Marelan tepatnya sekitar Situs Kota Cina, Sabtu (6/11/2021) Petang. Tugiman (74), warga setempat mengatakan luberan air tersebut merupakan dampak dari banjir rob atau pasang laut yang terjadi di Perairan Belawan.

"Ini dia sudah mulai naik lagi, dan paling parah jam Dua dini hari nanti,"ujar Tugiman.

Menurut Tugiman, sepanjang usianya pasang laut yang terparah seperti ini belum pernah menjangkau pemukiman hingga ke Wilayah Lingkungan VII Kelurahan Paya Pasir. Dampak banjir tersebut, kata Tugiman rumahnya terendam hingga setengah meter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved