Khazanah Islam
Tanda Hitam di Kening Ternyata Bukan Bukti Ahli Ibadah, Ustaz Adi Hidayat Kupas Yang Sebenarnya
ternyata bukan demikian tanda dari orang yang ahli ibadah. Seama ini banyak yang salah kaprah terkait
TRIBUN-MEDAN.com - Banyak yang salah kaprah dalam menilai dan menafsirkan tanda-tanda orang ahli ibadah dalam Islam.d
Parahnya, malah ada yang menilai tanda hitam di kening berarti rajin ibadah, karena sering sujud kepada Allah.
Tak sedikit juga, para munafik dan orang riya yang sengaja menghitamkan dahi atau kening agar disebut ahli sujud oleh sesama manusia.
Tanda hitam di kening kerap dikaitkan dengan ahli sering membuat tanda tanya.
Namun, ternyata bukan demikian tanda dari orang yang ahli ibadah. Seama ini banyak yang salah kaprah terkait tanda hitam di kening ini.
Lalu bagaimana kebenarannya? Berikut ulasan selengkapnya yang telah diuraikan oleh Ustaz Adi Hidayat melalui tayangan YouTube Audio Dakwah.
Baca juga: Inilah Sejumlah Golongan yang Diusir dari Telaga Rasulullah di Mahsyar, Termasuk Penguasa Zalim
Baca juga: Berdarah Campuran, Potret Cantik Kakak Perempuan Ariel NOAH jadi Sorotan, Profesinya Mentereng
Baca juga: AKHIRNYA Bersuara, Begini Pengakuan Ngebut Tubagus Joddy Sopir Vanessa, Terungkap Kecepatan Laju
"Kalau Anda temukan kalimat atsar itu artinya bisa jejak, bisa tanda, bisa riwayat," ujar Ustaz Adi Hidayat.
"Riwayat Al-Matsurah, pernah dengan dzikir Al-matsurah? Matsurah itu bukan sekadar dizikir tapi dizikir yang dikumpulkan hasil penelusuran dari riwayat-riwayat yang pernah sampe kepada kita dari orang-orang terdahulu," jelasnya.
"Atsar lagi misal jejak, tanda, dari satu aktivitas yang tampak sebagaimana Allah berfirman dalam QS.Al-Fath Ayat 29.
Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.
"Simahum (ada tanda) fī wujuhihim (di wajahnya), awas hati-hati bukan di keningnya tapi di wajahnya," terang Ustaz Adi Hidayat.
"Makna wajah yang pertama itu bagian muka dari bagian kepala kita ini seperti dalam QS. Al-Maidah Ayat 6
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
"Dalam ayat tersebut disebutkan ketika kita berwudhu diminta membasuh wajah, jika anda ingin menyempurnakan sholat maka bolehlah basuh wajah, jadi kalau diartikan wajah ini kening di sini maka Anda wudhunya cuma basuh ini (kening) ini aja," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ustaz-adi-hidayat-cara-sujud-sholat-yang-benar.jpg)