News Video
Banjir di Serdangbedagai Makin Parah, Warga Berangsur Meninggalkan Rumah
Warga yang masih bertahan di rumah, hari ini berangsur-angsur mulai pergi mengungsi ke posko, dan ke rumah saudara.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid |
Banjir di Serdangbedagai Makin Parah, Warga Berangsur Meninggalkan Rumah
TRIBUN-MEDAN.COM, SERGAI - Curah hujan yang tinggi pada, Selasa (9/11/2021) malam, membuat banjir yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, makin tinggi.
Warga yang masih bertahan di rumah, hari ini berangsur-angsur mulai pergi mengungsi ke posko, dan ke rumah saudara.
Seperti halnya seorang warga bernama Rusli (70) warga yang bertempat tinggal di Dusun V, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai). Ia meninggalkan rumahnya untuk pergi mengungsi ke rumah anaknya.
"Ini mau ke rumah anak di Kecamatan Galang ngungsi. Airnya hari ini makin tinggi," ujar Rusli, Rabu (10/11/2021).
Lanjut Rusli, ia sudah menetap di rumah sekitar satu Minggu. Namun, karena air yang tak kunjung turun, ia pun memutuskan untuk pergi mengungsi ke rumah anaknya.
Pria berusia 70 tahun ini berharap, pemerintah kabupaten Serdangbedagai (Sergai) memperhatikan bencana yang sudah merendam ribuan rumah ini.
"Sudah ada kemarin bantuan beras lima kilogram," ujar Rusli.
Diberitakan sebelumnya, Banjir yang melanda Kabupaten Serdangbedagai (Sumatera Utara) sejak dua Minggu yang lalu kian makin meluas. Meluasnya banjir ini, dikarenakan curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Bedagai.
"Udate terkini kondisi debit air banjir kita bertambah sekitar 20-30 centimeter untuk kecamatan Sei Rampah," ujar Camat Sei Rampah, Rahmat Suhendra Damanik, Rabu (10/11/2021).
Sedangkan data yang terbaru, Desa Sei Rampah menjadi salah satu desa yang rumah warganya paling banyak terendam banjir.
"Untuk Desa Sei Rampah yang sebelumnya 1052 sekarang sudah 1800 rumah yang berdampak," ujar Rahmat.
"Kita dari pemerintah, kita tetap mengevaluasi apa-apa saja yang dibutuhkan warga, sekarang kita mengevakuasi warga yang masih berada di dalam rumah, kita pindahkan ke posko yang sudah dirikan," sambungnya.
Untuk kesehatan warga, Rahmat menambahkan Pemkab Sergai setiap hari melakukan pengecekan kepada setiap-tiap warga yang rumahnya terendam banjir.
"Kita kontrol setiap hari, dan ada mobil puskesmas yang keliling, dan untuk bahan baku makanan juga kita kontrol setiap hari juga," ujar Rahmat.