Breaking News:

Sambut Hari Kesehatan Nasional & Bantu Anak Indonesia Hidup Sehat dengan Hadirkan MILO Less Sugar

Langkah ini juga sejalan dengan program global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat

HO
Nestlé MILO meluncurkan MILO Less Sugar, minuman cokelat bergizi pertama di Indonesia dengan 0 gram Sukrosa atau tanpa penambahan gula pasir. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Nestlé Indonesia berkomitmen untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif bagi keluarga Indonesia dengan menyediakan pilihan yang lebih lezat dan sehat bagi keluarga Indonesia.

Menyambut Hari Kesehatan Nasional, Nestlé MILO meluncurkan MILO Less Sugar, minuman cokelat bergizi pertama di Indonesia dengan 0 gram Sukrosa atau tanpa penambahan gula pasir.

Langkah ini juga sejalan dengan program global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids) untuk membantu 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030.

Baca juga: 5 Penyebab Jerman Diguncang Covid-19: Tingkat Kekebalan Vaksin Menurun, 50.000 Kasus Per Hari

Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestlé Indonesia, Mirna Tri Handayani mengatakan, hadirnya MILO Less Sugar dengan 0 gram sukrosa tanpa penambahan gula pasir ini merupakan hasil upaya inovasi Nestlé Indonesia, dengan rasa unik MILO yang khas dan disukai untuk mendukung kebaikan gizi keluarga.

"Peluncuran ini merupakan wujud nyata tujuan kami untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang. Kami berharap MILO Less Sugar dapat menghadirkan pilihan untuk membantu orang tua dalam mengatur konsumsi gula harian anak," ujarnya.

Selain menghadirkan inovasi produk, Nestlé MILO juga terus mendorong gaya hidup sehat dan aktif dengan menghadirkan berbagai program seperti kelas gizi online seperti Kuliah WhatsApp (KULWAP) dan telah menjangkau lebih dari 30 juta anak Indonesia melalui gerakan MILO ACTIV Indonesia.

“Selain memperhatikan asupan gizi yang tepat bagi anak, penting bagi orang tua untuk mengajak anak tetap bergerak aktif melalui olahraga sebagai salah satu sarana stimulasi agar anak dapat mencapai potensi terbaiknya,” tutup Mirna.

Spesialis Gizi Klinik, dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFOK mengungkapkan, sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula lebih dari 50 gr per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengatur asupan gula dan gizi anak sejak dini sesuai dengan kebutuhannya, karena pola makan yang tidak seimbang serta mengonsumsi gula secara berlebihan akan berdampak pada masa depan anak.

"Selain gula dan gizi, orang tua juga harus memperhatikan aktivitas fisik anak agar tetap seimbang, mengingat saat ini pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi tantangan yang dihadapi selama pandemi," katanya.

Baca juga: Ini Strategi Kemenparekraf Hidupkan Kembali Event Lokal Jatim di Tengah Pandemi

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved