PUTRA Bungsu Pelatih PSMS Medan Jadi Ball Boy di Kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Sumut

Tak banyak yang tahu kalau sebenarnya siswa SMP Negeri 2 Lubukpakam itu adalah anak bungsu Asnyari Lubis yang tak lain adalah Pelatih PSMS Medan.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Sosok Hafiz Fadilah Lubis ball boy sekaligus anak dari Pelatih PSMS Medan, Ansyari Lubis ketika bertugas di Stadion Baharoeddin Siregar Sabtu, (20/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Ball Boy atau sering disebut anak gawang atau dengan istilah TB ikut menjadi faktor pendukung suksesnya pertandingan sepakbola yang digelar di tengah lapangan.

Pada pertandingan kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Sumut yang diselenggarakan di stadion Baharoeddin Siregar di Lubukpakam yang menjadi Ball Boy dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Pasific.

Pada setiap laga ada 11 orang anak yang menjadi Ball Boy.

Mereka ditugaskan menyebar di pinggir lapangan.

Satu diantara Ball Boy itu adalah adalah Hafiz Fadilah Lubis.

Meski saat bertugas harus ikut merasakan panasnya terik matahari namun Hafiz mengaku tetap menyukainya karena bisa melihat permainan dan teknik pemain.

Tak banyak yang tahu kalau sebenarnya siswa SMP Negeri 2 Lubukpakam itu adalah anak bungsu Asnyari Lubis yang tak lain adalah Pelatih PSMS Medan.

Terlihat kalau saat bertugas Hafiz duduk tak jauh di dekat pengawas pertandingan duduk mengawasi pertandingan.

Saat jeda pertandingan, Hafiz pun sedikit berbicara mengenai cita-citanya kedepan yang juga kepingin menjadi pemain profesional dan bisa mendukung Timnas Indonesia seperti ayahnya dulu.

"Ya pingin jadi pemain bola jugalah kayak ayah. Semua keluarga dukung aku jadi pemain bola. Aku anak paling kecil Abang hobinya gambar dia nggak suka bola. Kalau aku dari kecil sudah suka bola,"kata Hafiz Sabtu, (20/11/2021).

Ia menyebut pada saat masih SD sering latihan dengan sang ayah.

Namun seiring kesibukan sang ayah sudah tidak lagi pernah latihan bersama.

"Sekarang latihannya sama pelatih kami lah seminggu 3 kali. Ini karena ada pertandingan di stadion nggak latihan dulu karena uangnya nanti mau beli baju seragam. Ayah pun dukung jadi pemain bola,"kata Hafiz yang biasa punya posisi menjadi gelandang di tengah lapang.

Hafiz mengaku saat ini juga sebenarnya rindu bertemu sang ayah.

Meski sering video call namun rindu itu tak bisa ia pendam karena memang sudah sekitar dua bulan ayahnya tak pulang ke rumah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved