Materi Belajar Sekolah

Kemenikbud Sebut Ada 10 Tren Teknologi Pembelajaran: Mulai e-Learning hingga Sosial Media

Para pelajar perlu mengetahui 10 tren teknologi pembelajaran tahun 2021. Teknologi ini dapat membantu aktivitas belajar. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) berbincang dengan anggota DPR RI Sofyan Tan (tiga kiri) dan Wali Kota Medan Bobby Nasution (dua kanan) saat mengunjungi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Medan, Selasa (26/10/2021). Kehadiran Nadiem Makarim untuk mengajak para pelajar dan guru menyebarkan nilai Pancasila dan berharap YPSIM bisa membantu Kemendikbudristek dalam program merdeka belajar. 

TRIBUN-MEDAN.com - Para pelajar perlu mengetahui 10 tren teknologi pembelajaran tahun 2021. Teknologi ini dapat membantu aktivitas belajar. 

Kita mengetahui sudah puluhan tahun internet hadir untuk membantu aktivitas kehidupan manusia.

Banyak hal yang berubah misalnya saja membawa perubahan sosial, budaya atau pendidikan.

Di bidang pendidikan, internet sangat berperan penting.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

Semua harus bergantung pada bantuan internet agar pendidikan bisa berjalan.

Setidaknya, ada 10 hal yang menjadi tren di tahun ini (2021). Apa saja itu?

Melansir laman LPMP Gorontalo Kemendikbud Ristek, Naro Prasetyo (PTP LPMP Provinsi Gorontalo) memberikan penjelasan mengenai 10 tren teknologi pembelajaran di 2021.

Cara mengubah kuota belajar menjadi kuota utama
Cara mengubah kuota belajar menjadi kuota utama (Pixabay)

1. e-Learning (Pembelajaran berbasis elektronik)

e-learning adalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan yang diberikan secara online melalui komputer atau perangkat digital lainnya.

Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk dapat melakukan eLearning adalah Internet, Mengembangkan multimedia, peralatan, dan Learning Management Systems.

Keuntungan penggunaan eLearning adalah guru dan siswa tidak harus berada disuatu tempat secara bersamaan dan waktu pembelajaran yang fleksibel.

2. Video-Assisted Learning (Pembelajaran berbasis video)

Ini adalah strategi dalam pendekatan dalam mengajar menggunakan video, baik itu yang berhubungan dengan pendidikan atau konseptual, untuk meningkatkan pemahaman siswa, kemampuan kognitif, dan keahlian sosial-emosional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan menggunakan video maka materi pelajaran dapat dibuat menjadi menarik dengan adanya gambar dan suara. Video yang menarik akan dapat membuat siswa termotivasi dan lebih cepat memahami suatu konsep.

3. Blockchain Technology

Atau bisa juga disebut distributed ledger technology adalah sebuah sistem yang dapat membuat orang-orang memiliki akses untuk merubah data yang telah dibagikan.

Contoh sederhana adalah penggunaan Google Doc untuk membuat sebuat naskah.

Naskah yang dibuat tersebut dapat di edit oleh orang banyak pada waktu yang sama.

Proses pembuatan naskah tersebut tentu dapat menghemat biaya dan waktu dibandingkan dengan pembuatan naskah secara manual yang harus dicetak terlebih dahulu kemudian diedit lalu dicetak lagi.

Banyak lagi contoh dari pembuatan sesuatu secara kolaborasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

4. Big Data

Atau penyimpanan yang besar menjadi suatu tuntutan dari masyarakat saat ini.

Hal ini merupakan dampak dari semakin banyaknya pengguna internet dan meningkatnya penggunaan komputer, handphone dan alat digital lainnya.

Jika sebelumnya penyimpanan data dilakukan menggunakan alat seperti flashdisk atau memory card yang memiliki kapasitas 5–100 Gb.

Saat ini, kita dapat menggunakan penyimpanan di awan (Cloud) yang memiliki kapasitas 1 Tb bahkan unlimited.

5. Artificial Intelligence (kecerdasan buatan)

AI adalah cabang dari ilmu komputer yang luas berkaitan dengan pembuatan mesin pintar yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia.

Contoh kecerdasan buatan yang paling sering dipakai adalah ketika menggunakan Google Map yang dapat mengukur jarak dan waktu antara satu tempat ke tempat yang lain.

6. Learning Analytics (analisis pembelajaran)

Adalah pengukuran, pengumpulan, analisis dan pelaporan data tentang peserta didik dan pembelajaran, bertujuan untuk memahami dan mengoptimalkan proses pembelajaran serta lingkungan sekolah.

Dengan menggunakan berbagai informasi yang ada di sekolah seperti karakter siswa, cara guru mengajar, kesulitan materi pelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, dan lain-lain. Analisis ini dilakukan untuk dapat menentukan langkah selanjutnya agar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

3 Cara Mengubah Kuota Belajar Menjadi Kuota Utama Demi Keperluan Belajar di Rumah

Baca juga: Tak Hanya Belajar, 5 Cara Ini Bisa Meningkatkan Kecerdasan Anak Agar Mudah Menyerap Pembelajaran

7. Gamification

Adalah pembuatan elemen game kedalam kegiatan bukan game.

Game merupakan hal yang dapat menarik perhatian seseorang, baik anak-anak bahkan orang dewasa suka dengan game.

Karena itu banyak produk game yang dibuat untuk meningkatkan motivasi seseorang baik yang berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, industri, dan lain lain.

Saat ini banyak materi pelajaran yang sudah dibuat dalam bentuk game.

Hal ini dilakukan agar siswa dapat dengan mudah mengerti konsep dari materi yang sedang diajarkan oleh guru.

8. Augmented Reality dan Virtual Reality

Adalah teknologi digital yang dapat menghubungkan antara dunia nyata dan dunia maya.

Dengan memanfaatkan AR dan VR maka proses pembelajaran akan menyenangkan karena siswa dapat melihat sesuatu yang abstrak dan dapat mengunjungi suatu tempat.

Contoh dengan menggunakan teknologi AR maka siswa dapat melihat tengkorak atau bagian tubuh lainnya secara langsung menggunakan handphone, contoh lainnya dengan menggunakan teknologi VR siswa dapat berkunjung ke suatu tempat sambil melihat lihat lingkungan disekitarnya.

9. STEAM (Science, Technology, Engineering, The Art, Mathematics)

Ini adalah pendekatan dalam dunia pendidikan yang menggunakan Science, Technology, Engineering, The Art, Mathematics sebagai acuan untuk membimbing siswa memiliki rasa ingin tahu, menyampaikan pendapat, dan berpikir kritis.

Dengan menerapkan pendekatan STEAM maka siswa akan belajar secara kontekstual dan holistik karena siswa diajak untuk berpikir dan menghubungkan antara konsep Science, Technology, Engineering, The Art, Mathematics terhadap suatu materi yang sedang dipelajari.d

Hal ini dapat memperluas pengetahuan siswa dan membuat suatu materi menjadi lebih mudah dipahami.

10. Social Media in Learning

Ini dengan memanfaatkan sosial media yang ada seperti blog, youtube, twitter, instagram, whatsApp, tiktok dan lainnya akan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik.

Banyak guru dan dosen yang sudah memanfaatkan sosial media untuk proses pembelajaran baik memberikan materi atau menjadi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dan mahasiswa.

BELAJAR Tatap Muka Momentum Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ini Kata Fraksi Gerindra Medan

Baca juga: 3 Tips Belajar Efektif Bagi Pelajar, Bisa Lawan Rasa Bosan dan Lebih Kreatif

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved