Breaking News:

Pungli Berlapis di Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membuat Pengusaha Resah

Maraknya pungutan liar oleh sejumlah oknum di pintu masuk objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk, membuat masyarakat resah.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Pemandangan kolam air panas Sidebuk-Debuk yang masih diramaikan pengunjung pada dinihari. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Maraknya pungutan liar oleh sejumlah oknum di pintu masuk objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk, membuat masyarakat resah.

Tak hanya pengunjung, pemilik usaha air panas yang ada di kawasan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, juga merasakan hal yang sama.

Berdasarkan informasi yang didapat dari seorang pelaku usaha Trio Endo Surbakti, dengan adanya pengutipan ini pihaknya selalu menerima keluhan dari wisatawan. Dirinya mengatakan, setelah melakukan pembayaran di pintu masuk pemandian wisatawan pasti mengeluh dengan banyaknya aktivitas Pungli ini.

"Sudah sangat meresahkan, jadi pengunjung itu mengeluh kenapa banyak sekali pengutipan," ujar Trio, Senin (22/11/2021).

Endo menjelaskan, sudah selama beberapa bulan terakhir ini tidak ada terlihat langkah serius dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo maupun instansi terkait untuk membasmi praktek ilegal ini. Diketahui, beberapa waktu lalu Bupati Karo Cory br Sebayang beserta jajaran sempat mendatangi salah satu lokasi yang menjadi titik pengutipan.

Baca juga: Maraknya Pungli Wisata Sidebuk-Debuk, Puluhan Pengusaha Pemandian Air Panas Datangi Kantor DPRD Karo

Hingga saat ini janji yang diutarakan akan menutup lokasi pengutipan tersebut sampai sekarang belum terealisasi. Dengan semakin maraknya aktivitas Pungli ini, perkumpulan pengusaha air panas mendatangi DPRD Karo bermaksud untuk meminta kejelasan atas penindakan pungli.

"Jadi kita ke sini meminta untuk tidak ada lagi pungli," ucapnya.

Saat melakukan diskusi dengan DPRD Karo, pengusaha objek wisata ditemui lansung oleh Ketua DPRD Karo Iriani br Tarigan, Wakil Ketua DPRD Karo, serta beberapa orang anggota DPRD Karo. Kemudian, terlihat juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo Munarta Ginting, serta Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo.

Berdasarkan informasi yang didapat, Pungli yang terjadi terdapat di beberapa titik. Bahkan ada tiga titik, yaitu di pintu masuk kawasan Desa Doulu, kedua di pertengahan antara Desa Doulu dengan Desa Semangat Gunung, hingga di depan pintu masuk Desa Semangat Gunung.

Dengan kondisi tersebut, tentunya sangat dikeluhkan oleh pengusaha objek wisata yang ada. Pasalnya, aktivitas ini sudah sangat membawa dampak buruk bagi citra pariwisata Kabupaten Karo. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved