Breaking News:

News Video

Hasil RDP Dengan Pelaku Wisata Sidebuk-Debuk, Bupati Karo Akan Buat Posko Penjagaan

Disinggung jika nantinya saat adanya pos penjagaan kembali terjadi Pungli, Cory mengaku jika pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Adapun tindakan

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: heryanto

Hasil RDP Dengan Pelaku Wisata Sidebuk-Debuk, Bupati Karo Akan Buat Posko Penjagaan

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Menanggapi tentang semakin maraknya aktivitas Pengutipan Liar (Pungli) di jalan menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk, pelaku wisata bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe.

Pada RDP yang digelar di ruang rapat DPRD Karo tersebut, tampak dihadiri lansung oleh Bupati Karo Cory br Sebayang, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus, serta perwakilan dari Kodim 0205/TK.

Setelah mendengar keluhan dari para pelaku wisata tersebut, Bupati Karo Cory br Sebayang berjanji pihaknya akan melakukan tindakan sedapatnya. Dirinya mengatakan, dari hasil rapat ini pihaknya akan bekerjasama dengan Polres Tanah Karo serta Kodim 0205/TK, untuk melakukan penjagaan di lokasi tersebut.

"Nanti akan kita buat pos terpadu yang akan dijaga, agar aktivitas Pungli di sana tidak kembali terjadi," ujar Cory.

Ketika ditanya mengenai regulasi dan seperti apa prosedur penjagaan, Cory menjelaskan jika pos yang ditempatkan di pintu masuk kawasan ini akan dijaga oleh personel keamanan. Adapun personel yang ditempatkan, berasal dari Pemkab Karo melalui Satpol-PP, personel Polres Tanah Karo, serta personel dari Kodim 0205/TK.

"Nanti pos ini akan dijaga sampai malam, mulai dari pemerintahan, Polres, dan Kodim. Sambil menunggu Perda yang sedang kita buat selesai," ucapnya.

Disinggung jika nantinya saat adanya pos penjagaan kembali terjadi Pungli, Cory mengaku jika pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Adapun tindakan yang diambil nantinya, dengan lansung melakukan penangkapan terhadap pelaku Pungli yang masih berani melakukan tindakan tersebut.

"Pengutipan ini harus tidak ada, tapi kalau masih ada harus kita tangkap. Karena ini sudah kesepakatan kita bersama kita dengan masyarakat. Karena ini sangat mengganggu masyarakat dan pengusaha di sana," ungkapnya.

Selain itu, Cory juga meminta kepada masyarakat setempat untuk ikut serta membantu pemerintah dalam memberantas praktek Pungli ini. Pasalnya, seperti sebelumnya jika ada oknum yang ditangkap, tak jarang masyarakat meminta agar pelaku itu dilepas dengan alasan kekeluargaan.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved