Breaking News

Jembatan Keropos di Binjai Ancam Keselamatan, Pemerintah Usulkan Anggaran Perbaikan Rp 2,5 Miliar

Jembatan keropos di Jalan Gatot Subroto Binjai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Tahun 2022 akan segera diperbaiki

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/SATIA
Petugas Dinas Perhubungan Kota Binjai mengadang dan memaksa truk bermuatan pasir putar balik saat akan melintas di jembatan Bandar Senembah, yang lokasinya berada di belakang rumah dinas Wali Kota Binjai, Selas a(22/6/2021). Jembatan tersebut kini ambles.(TRIBUN MEDAN/SATIA) 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI- Jembatan keropos di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Karena kondisinya yang memperihatinkan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Binjai-Langkat, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara menyiapkan anggaran miliaran rupiah.

"Jembatan itu wilayah kami, dan sudah kami usulkan di tahun 2022. Anggaran perbaikan yang kita usulkan Rp2,5 miliar," kata Kepala UPT Jalan dan Jembatan Binjai-Langkat, Linda Erwan, Selasa (23/11/2021).

Ia mengatakan, memang selama ini jembatan keropos di Bandar Senembah itu merupakan penghubung antara Kecamatan Binjai dengan Kecamatan Binjai Barat.

Baca juga: Kejaksaan Negeri Binjai Hentikan Kasus Pencurian Melalui Mekanisme Restorative Justice

Pondasi jembatan mulai terkikis karena termakan usia sejak beberapa tahun belakangan.

Pascadibangun tahun 1991, jembatan yang menghubungkan antara Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, Kota Binjai tersebut belum pernah diperbaiki pemerintah.

Akibatnya, jembatan yang tampak kokoh itu kini sudah terasa bergoyang bila dilintasi kendaraan.  

Dikhawatirkan, jembatan tersebut dapat ambles atau ambruk sewaktu-waktu bila tak kunjung diperbaiki.

Selain itu, penahan jembatan tersebut tampak mulai terkikis dan ambles masuk ke sungai, sering dimakan usia.  

Pada sisi kiri ujung, bila datang dari arah Jalan Sudirman, tampak penopang jembatan mulai ambles ke sungai.

Baca juga: Diteriaki Penculik, Bendahara Sekretaris DPRD Binjai Digebuki Orang Bersenjata Tajam

Akibatnya, jika kendaraan melintas, jembatan mulai terasa goyang.

Selain itu, warga sekitar juga memasang spanduk larangan truk dengan muatan berat untuk melintas.

Ditakutkan, ketika truk melintas jembatan dapat ambruk, lantaran tidak dapat menahan beban. 

Sementara itu, Wali Kota Binjai Amir Hamzah mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut. 

Bahkan, Pemko Binjai mengerahkan petugas Dinas Perhubungan untuk berjaga di lokasi, agat tidak ada truk yang lolos melintasi jembatan tersebut. 

"Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, saya sudah meminta Dishub untuk berjaga agar melarang kendaraan bermuatan besar seperti truk, melintasi jembatan tersebut," jelasnya.(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved