Breaking News:

News Video

Sidang Dugaan Pengancaman dan Pengrusakan, Kader PDI Perjuangan Ramai-Ramai Hadiri Persidangan

Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak dan Daniel Pinem turut hadir dalam sidang perkara dugaan pengancaman dan pengrusakan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak dan Daniel Pinem turut hadir dalam sidang perkara dugaan pengancaman dan pengrusakan atas dua terdakwa kader PDI Perjuangan yakni Yuddy Susanto alias Ayu dan Rudi Yanto alias Tekleng di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/11/2021).

Paul mengaku keberatan atas tuntutan 1,5 tahun terhadap dua kader PDI Perjuangan tersebut. Ia menilai sidang kedua terdakwa terkesan dipaksakan oleh aparat penegak hukum.

"Saya keberatan, kasus hukumnya dipaksakan. Saya tau pak Tekleng ini tidak ada merusak apa-apa, kita memanghadir tapi Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), yang melakukan pembongkaran kenapa bisa kader PDI Perjuangan yang menjadi korban," kata Paul.

Paul menilai, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses hukum kedua terdakwa. Ia mengatakan saat kejadian pembongkaran, kader PDI Perjuangan memang turun ke lokasi untuk memperjuangkan keluhan masyarakat.

"Kami akan memperjuangkan sampai titik darah penghabisan terhadap kader kami yang dizolimi. Perjuangan ini perjuangan partai karena kawan-kawan hadir di lokasi termasuk saya, untuk memperjuangkan rumah masyarakat yang kebanjiran karena bangunan itu. 

Pembangunan itu tidak mempunyai IMB, membuat drainasenya dari tengah ke depan, kenapa kader kami jadi korban?. Ini Penzoliman Terhadap Kader PDI Perjuangan dan saya siap memimpin Medan Merah," cetusnya.

Ia berharap Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini dapat memberikan putusan yang mencerminkan keadilan bagi rekannya. Paul juga mengatakan akan menyurati sejumlah aparat penegak hukum hingga Presiden

"Jadilah hakim yang jujur, karena ini nanti kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan," pungkasnya

Sementara itu, Ketua Tim Penasehat Hukum (PH) Terdakwa Rion Aritonang didampingi Sebastian Nainggolan dan Sarmatua Tampubolon dari Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan kota Medan mengatakan akan menyampaikan pledoi dalam sidang lanjutan pekan depan, karena masih banyak bukti-bukti yang ingin dikumpulkan. 

"Kami menilai Kejaksaan Negeri Medan juga masih bisa melakukan eksaminasi terhadap tuntutan kemarin. Jadi harapan kita mungkin saja ada kesilapan, sehingga kepada Kejaksaan untuk menarik kembali tuntutannya," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved