Breaking News:

Oknum Polisi Nakal

Cabuli Wanita Hamil, Bripka Rahmat Hidayat Lubis Tidak Terima Dijatuhi Sanksi Pemecatan dan Banding

Bripka Rahmat Hidayat Lubis dikabarkan tidak terima dijatuhi sanksi pemecatan karena cabuli wanita hamil

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Enam anggota Polsek Kutalimbaru yang terlibat kasus pemerasan dan pencabulan terhadap istri pelaku narkoba saat jalani sidang kode etik di Polrestabes Medan, Kamis (11/11/2021).(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Anggota Polsek Kutalimbaru, Bripka Rahmat Hidayat Lubis dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti cabuli wanita hamil.

Namun, Bripka Rahmat Hidayat Lubis kabarnya tidak terima dan melakukan banding.

Terkait putusan PTDH atau pemecatan Bripka Rahmat Hidayat Lubis, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya memberikan waktu kepada yang bersangkutan untuk melakukan langkah hukum.

Baca juga: Sikap Keji Bripka Rahmat Hidayat Lubis, Cabuli Wanita Hamil, Korban Diminta Gugurkan Kandungan

"Kami memberikan waktu selama 14 hari untuk mengajukan banding,' kata Hadi, Rabu (24/11/2021). 

Sebelumnya, Bripka Rahmat Hidayat Lubis tidak hanya cabuli wanita hamil.

Oknum polisi itu juga melakukan pemerasan dan mengonsumsi narkoba sebelum cabuli wanita hamil berinisial MU (19), istri pelaku narkoba.

Menurut informasi, uang Rp 30 juta yang diminta Bripka Rahmat Hidayat Lubis rencananya akan dijadikan sebagai jaminan terhadap suami MU, yang ditangkap dalam kasus narkoba.

Bila uang Rp 30 juta itu diserahkan, maka suami MU akan mengubah berita acara pemeriksaan (BAP).

Tak hanya itu, Bripka Rahmat Hidayat Lubis juga meminta agar MU yang tengah hamil empat bulan menggugurkan kandungannya.

Ia membujuk rayu korban supaya menikah dengannya dan meninggalkan sang suami.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved