Driver Taksol Culik Penumpang, Gojek Minta Pelanggan Tak Terima Kendaraan yang Berbeda dari Aplikasi
Dia menyampaikan bahwa pelanggan berhak membatalkan jika identitas kendaraan dan mitranya berbeda dengan yang tertera di aplikasi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gojek mengimbau pada pelanggan tidak memesan driver bila identitas kendaraannya berbeda dengan informasi yang tertera di aplikasi.
Hal tersebut untuk merespon kasus driver ojek online yang menculik dan menyekap seorang gadis muda di Jalan Brigjen Katamso, Simpang Avroz pada Kamis (25/11/2021).
"Untuk mencegah, kami himbau agar pelanggan tidak naik ke kendaraan jika identitas kendaraan berbeda dengan di aplikasi," kata Aji Wihardandi sebagai Head of Regional Corporate Affairs Sumatera kepada Tribun Medan, Sabtu (27/11/2021).
Dia menyampaikan bahwa pelanggan berhak membatalkan jika identitas kendaraan dan mitranya berbeda dengan yang tertera di aplikasi.
"Selain itu pelanggan bisa langsung melaporkan hal ini ke kami," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus penculikan terhadap perempuan berusia 23 tahun bernama Graciella Chandra atau Gracia oleh sopir taksi online akhirnya dipaparkan polisi.
Saat pemaparan berlangsung, Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji cuma mengatakan bahwa pelaku memang benar sopir taksi online berinisial NLT.
Adapun motif pelaku menculik dan mengikat korban, karena ingin menguasai harta yang dibawa Gracia.
"Korban dirampok di dalam mobil. Barang-barang milik korban diambil," kata Sinuhaji, Jumat (26/11/2021).
Dia mengatakan, setelah merampas semua harta benda korban, NLT kemudian mengikat tangan, menyumpal mulut, dan menutup mata korban.
Selanjutnya, korban dipindahkan ke bagian bagasi mobil untuk dibuang ke tempat yang jauh.
Korban lompat dan terjatuh di kawasan Patumbak, persisnya sekitar tiga kilometer dari Polsek Patumbak.
"Adapun hasil penyelidikan, pelaku belum lama menjadi sopir taksi online," kata Sinuhaji.
Saat diwawancarai, NLT mengaku nekat merampok karena melihat handphone milik korban. Dia berdalih baru sekali menjalankan aksinya.
"Baru pertama ini, karena kebutuhan ekonomi. Jadi saya terpaksa mencuri," kata bapak satu orang anak ini.
Sementara itu, orangtua Gracia, Alex Chandra mengaku kesal dengan pelaku. "Ini sudah keterlaluan. Saya tidak bisa bayangkan jika terjadi sesuatu kepada anak gadis saya. Saya minta pelaku diproses sesuai hukum dan semoga kedepan tidak ada kejadian serupa," pungkasnya.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/graciella-chandra-atau-gracia-korban-penculikan-taksi-online_.jpg)