Konflik Rusia-Ukraina Kembali Memanas, Pemerintah Ukraina Belum Berniat Serangan Militer

Konflik Rusia-Ukraina mulai memanas kembali. Ukraina mendapatkan sejumlah teror dari pasukan Rusia. 

(STR/AFP)
Tentara Ukraina sedang mengisi ulang senapan mesin di pos garis depannya yang berhadapan dengan separatis dukungan Rusia dekat Schastya, wilayah Lugansk, pada 16 April 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com - Konflik Rusia-Ukraina mulai memanas kembali. Ukraina mendapatkan sejumlah teror dari pasukan Rusia. 

Sebelumnya, sniper Rusia telah menembak sejumlah pasukan Ukraina di perbatasan. 

Konflik Rusia-Ukraina memang belum reda. Konflik ini dilatarbelakangi oleh perebutan wilayah. 

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Senin (29/11/2021) menegaskan, negaranya tidak memiliki niat berperang melawan Rusia, tetapi tidak akan tinggal diam jika diserang.

Hal tersebut Kuleba sampaikan dalam konferensi pers virtual dengan media-media asing, yang turut dihadiri Kompas.com.

“Kami tidak memiliki niat untuk meningkatkan konflik kami dengan Rusia dalam skala apa pun, kami tidak memiliki niat untuk menyelesaikan konflik saat ini dengan Rusia melalui cara militer, dan apakah kami berbicara tentang operasi lokal atau operasi yang lebih besar di lapangan, bukan itu masalahnya, bukan," kata Kuleba saat menjawab pertanyaan dari Kompas.com.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dalam konferensi pers virtual dengan media-media asing, yang turut dihadiri Kompas.com, Senin (29/11/2021)
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dalam konferensi pers virtual dengan media-media asing, yang turut dihadiri Kompas.com, Senin (29/11/2021) (.(KEMENTERIAN LUAR NEGERI UKRAINA))

"Ukraina selama tahun ini telah membuktikan bahwa kami berkomitmen untuk solusi damai, dan kami berkomitmen untuk proses yang berlangsung dalam Format Normandia."

Format Normadia atau Normandy Format adalah pembicaraan yang dihadiri oleh Rusia, Ukraina, Perancis, dan Jerman, yang bertemu secara informal saat peringatan D-Day Perang Dunia II pada 2014, untuk menyelesaikan konflik di Donbass.

Sejauh ini sudah ada enam pertemuan Format Normandia sejak 2014 hingga 2019, dan agenda tahun 2020 ditunda karena pandemi Covid-19.

 

Namun, Kuleba mengatakan, belakangan ini Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov enggan menghadiri pertemuan itu dengan berbagai alasan.

Ajakan dari Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Emmanuel Macron juga tidak berhasil.

Kuleba melanjutkan, tuduhan Rusia bahwa Ukraina merencanakan perang, menyusun aksi militer yang agresif, itu hanya upaya untuk melakukan disinformasi atau disorientasi dan mendistorsi kenyataan.

"Ini jelas tidak terjadi (dengan Ukraina)," ujar Menlu Kuleba.

"Tetapi jika Rusia memutuskan untuk menyerang, tentu saja, saya yakinkan Anda bahwa Ukraina akan mempertahankan diri dengan segala cara yang tersedia untuk itu," tegasnya.

Perkembangan Partai Komunis China: Sejarah Pembentukan dan Tokoh-tokoh yang Memimpin Negara

Rusia Tuding AS sebagai Pembuat Kekacauan Internasional hingga Picu Perang Dunia Ketiga

Ukraina minta tanggapan cepat

Dmytro Kuleba juga meminta tanggapan cepat untuk mencegah invasi Rusia, karena menurutnya operasi militer Moskwa dapat diluncurkan dalam sekejap mata.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved