News Video
Optimis Mampu Bangkit Kembali, 26 Perusahaan Pembiayaan Ikut Pameran Multifinance
Adapun dari 26 booth ini diantaranya Adira Finance, BFI Finance, Mega Finance, WOM Finance, Sinarmas Multifinance, BRI Multifinance, Akulaku,
Optimis Mampu Bangkit Kembali, 26 Perusahaan Pembiayaan Ikut Pameran Multifinance
TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Sumatera Utara menggelar Pameran Multifinance pada 3-5 Desember 2021 di Atrium Plaza Medan Fair, Jumat (3/12/2021).
Dalam acara ini turut dihadiri Deputi Direktur Pengawasan IJK OJK KR 5 Mangasi Yusliani dan juga perwakilan dari perusahaan pembiayaan.
"Kita mau bangun ekonomi masyarakat kembali bergairah. Jadi lembaga pembiayaan kan juga berperan penting untuk terlibat bersama pemerintah untuk membangkitkan ekonomi lagi," ungkap Bendahara FKD APPI Sumut Dewi Magrin Surbakti.
Dikatakan Dewi, ada sekitar 26 perusahaan pembiayaan yang turut berpartisipasi dengan menawarkan beragam promo dari masing-masing perusahaan.
"Kita kemarin ada open booth yang ingin ikut untuk kembali ke bisnis ini. Di luar 26 ini kita juga banyak yang tergabung. Nah dari pameran ini kita ingin memberikan sosialisasi mengenai lembaga keuangan karena sekarang ini banyak lembaga pembiayaan yang baru di tengah masyarakat," ujarnya.
Adapun dari 26 booth ini diantaranya Adira Finance, BFI Finance, Mega Finance, WOM Finance, Sinarmas Multifinance, BRI Multifinance, Akulaku, Finaccel Finance, Verena Multi finance, Buana Finance, BNI Multifinance, BCA Finance, Mandiri Tunas Finance, Clipan, Kredivo, Adira Finance, CIMB Niaga Finance, SMS Finance, TAF, IMFI, FIF Group, OTO, ACC, Mega Zip, Mandala Finance.
Disebutkan Dewi, saat ini perkembangan perusahaan pembiayaan sudah mulai membaik dengan mencapai 65 persen hingga akhir tahun.
"Kalau ke masyarakat ini hampir 65 persen karena kita ini kan banyak perusahaan pembiayaan dan 26 ini juga belum semuanya ya kita targetkan untuk tahun depan semakin meningkat lagi," kata Dewi.
"Kedepannya kita optimis untuk melangkah lagi untuk bisnisnya agar semakin lebih percaya diri. Setelah pandemi ya kita lihat saja dari yang mal kosong sekarang makin banyak yang berdatangan ya artinya sudah banyak diperlukan karyawan untuk bekerja. Artinya pasti ada kebutuhan yang mungkin bisa terakomodir dari perusahaan pembiayaan," tuturnya.
Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan IJK OJK KR 5 Mangasi Yusliani juga turut mendukung adanya acara ini untuk membangkitkan kembali gairah perekonomian di Sumut.
"Seluruh sektor perusahaan pembiayaan masih perlu bekerja lebih giat dalam meningkatkan tingkat literasi produk pembiayaan. Peningkatan literasi dan inklusi di Sumut tidak akan terwujud tanpa ada sinergitas seluruh stakeholder jasa keuangan," ucap Mangasi.
(cr13/tribun-medan.com)