Khazanah Islam
CARA ISTIGHFAR yang Benar, Diajarkan Nabi Muhammad Agar Mendapat Ampunan Allah
Seperti apa Istighfar yang dilakukan Rasulullah? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
TRIBUN-MEDAN.com - Nabi Muhammad mengajarkan umatnya tata cara istighfar yang benar.
Seperti apa Istighfar yang dilakukan Rasulullah? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Salah satu dzikir terbaik yang dianjurkan bagi umat muslim ialah istighfar.
Istighfar ialah memohon ampunan kepada Allah Subhanahuwata'ala atas dosa baik disengaja maupun tidak yang dilakukab selama di dunia.
Baca juga: Inilah Benda-benda Penghalang Rezeki Masuk ke Rumah, Ustaz Adi Hidayat : Hendaknya Disingkirkan
Baca juga: Surat Khusus Maryam Ibu Nabi Isa Dalam Al Quran, Berikut Bacaan Ayat 1-11 Arab Latin dan Artinya
Oleh sebab itu, setiap umat muslim dianjurkan untuk senantiasa beristighfar dalam keadaan apapun.
Istighfar bukan hanya sebagai bentuk memohon ampunan, melainkan dzikir kepada Allah SWT.
Di sisi lain, jika seseorang mengamalkan istighfar maka akan mendapatkan kebaikan bukan hanya ampunan.
Yakni siapa yang suka beristighfar maka akan Allah tenangkan hatinya.
Baca juga: Baca Sholawat Ini 10 Kali Sehari, Syekh Ali Jaber : Kelak Agar Nama Kita Dikenal Rasulullah
Lantas, bagaimanakah cara beristighfar yang benar seperti yang dilakukan oleh Rasulullah?
Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dibagikan melalui kanal YouTube Ceramah Pendek.
Baca juga: Sempat Sakit Keras, Bikin Pangling Tampang Ustaz Yusuf Mansur Terbaru, Ngarep Mirip Oppa Korea
Berkaitan dengan hal ini, Ustaz Adi Hidayat mengatakan bukan hanya mengenai membaca astaghfirullah.
Sebelum masuk pada cara beristighfar, maka harus tahu dahulu makna dari kalimat istighfar.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, istighfar berasal dari kata ghafara yang berarti ampunan.
Sementara itu, kalimat astaghfirullah mempunyai arti "saya mohon ampun kepadamu ya Allah."
"Jika memohon ampun, itu artinya sudah ada perbuatan yang dilakukan dan minta diampuni," urainya.
Perbuatan tersebut tentu bertentangan dengan ketentuan Allah yang mengandung dosa.
Baik di dalam Al-Qur'an maupun hadits menyebutkan bahwa dengan mengucapkan astaghfirullah itu sambil merasakan dan memohon ampunan atas dosa yang dilakukan.
"Merasakan di sini maksudnya adalah menghadirkan dosa-dosa yang telah dilakukan," jelasnya.
Jadi, begitu lisan mengucapkan astaghfirullah, maka ingat-ingat kembali dosa apa yang ingin diampuni.
"Jangan sampai hanya lisannya yang berdzikir atau mengucap istighfar, tapi tak ada serapan di hati, maka itu hampa," katanya.
Jika hanya mengucapkan astaghfirullah, maka semua orang juga bisa melakukannya, bahkan yang tidak taat sekalipun.
"Jadi, sambil mengucapkan astaghfirullah, cek kembali dari ujung kepala sampai ujung kaki. Misalnya saja mulai mengingat dosa yang dilakukan mata, seperti melihat hal yang mengandung dosa," paparnya.
Begitu juga dengan yang lain, ingat-ingat setiap dosa yang pernah dilakukan hingga tidak terasa air mata keluar.
Baca juga: Artis Cantik Tinggalkan Dunia Hiburan Nikahi Pria Tua, Nasib Berubah Drastis, Terkuak Profesi Suami
Demikianlah penjelasan mengenai cara istighfar yang benar sesuai dilakukan Rasulullah sebagaimana disampaikan Ustaz Adi Hidayat.
(*/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/uztadz-adi-hidayat-25.jpg)