Breaking News

Lemang Srikaya, Kuliner Khas yang Juga Jadi Oleh-oleh Favorit dari Medan

Adapun bahan dasar pembuatan lemang, yakni pulut ketan yang telah dicuci dan jufa santan.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN
lemang srikaya 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan dikenal memiliki beraneka ragam kuliner, khususnya panganan yang biasa menjadi oleh-oleh atau buah tangan.

Salah satunya adalah Lemang Srikaya. Di Medan, lokasi tempat pembuatan dan penjualan lemang serta srikaya, di antaranya ada di warung Lomang Panas Jaya.

Warung tersebut berada di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan.

Warung pembuatan lemang dan srikaya tersebut berdiri sejak tahun 2007.

Baca juga: Jalur Kereta Api di Lubukpakam Ini Membahayakan Pengguna Jalan, Warga Minta Segera Diperbaiki

Dan setiap harinya mampu memproduksi sekitar 100-150 batang lemang per hari.

Bahkan pada akhir pekan, untuk memenuhi permintaan pelanggan, warung Lomang Panas Jaya bisa memproduksi hingga sebanyak 300 batang lemang dalam satu hari.

Lemang
Lemang (Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar)

Baca juga: Saling Dukung Kembangkan Usaha, PWRI Provsu dan Bank Syariah Indonesia Teken MoU

Dikatakan per batang, lantaran proses untuk membuat lemang agar akhirnya bisa dikonsumsi, yakni dibakar di dalam batang bambu yang telah dilapisi daun pisang.

Adapun bahan dasar pembuatan lemang, yakni pulut ketan yang telah dicuci dan jufa santan.

Setelah itu, terlebih dahulu kedua bahan tersebut kemudian dicampur di dalam sebuah wadah ember dan didiamkan selama satu malam.

Pemilik warung, Muhammad Nursalim Lubis menceritakan, awal ia menjual lemang hingga kini. Bermula dari memproduksi puluhan batang lemang saat malam takbiran.

"Malam takbiran itu kita bakar lomang dari belakang pindah ke depan. Kemudian di situ lah kita coba bakar lomang, kita bakar berkisar 43 batang, alhamdulillah banyak peminat. Kemudian dari 43 batang tersebut, tersisah lah untuk lebaran itu tiga batang," ujar Nursalim.

Lantaran banyak peminat, ia berinisiatif membuka usaha lemang, sepekan setelah Lebaran di tahun 2007.

"Jadi kami kemudian inisiatif membuka usaha untuk lomang, jadi seminggu sesudah lebaran, barulah kami buka usaha ini, itu tahun 2007, itu sampai sekarang," ungkapnya.

Harga satu lemang bambu serta srikaya, dibandrol dengan harga Rp 30 ribu.

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Wolves Vs Liverpool, Klik Di Sini Nonton Live Streaming Gratis dari HP

Dan untuk mempertahankan tekstur lemang tetap lembut, pemilik warung selalu menggunakan batang bambu muda. 

Setiap batang bambu muda yang digunakan, hanya dipakai satu kali untuk memproduksi lemang.

"Hal itu berfungsi untuk menjaga lemang tetap lembu, walau di makan dalam keadaan dingin," ucapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved