Pasar Lelang Komoditas di Sumut Capai Transaksi Rp550 Juta, Ini yang Paling Laku!
Pelaksanaan pasar lelang perdana ini masih banyak memiliki kekurangan dan perlu dilakukan evaluasi untuk perbaikan pasar lelang berikutnya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasar lelang komoditi yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut di tiga kabupaten, yakni di Tapanuli Utara, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Dairi mencatat nilai transaksi Rp550 juta.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut Barita Sihite memaparkan, transaksi untuk Kabupaten Tapanuli Utara sebesar Rp291 juta untuk sembilan komoditas, Kabupaten Karo sebesar Rp138 juta untuk tiga komoditas, dan Kabupaten Dairi sebesar Rp122 juta untuk lima komoditas.
Barita mengatakan bahwa komoditas paling banyak diminati adalah kulit manis yang terjual hingga puluhan kilogram saat pelaksanaan pasar lelang.
Diakui Barita, pelaksanaan pasar lelang perdana ini masih banyak memiliki kekurangan dan perlu dilakukan evaluasi untuk perbaikan pasar lelang berikutnya.
"Masih sedikitnya komoditas yang terjual ini lantaran masih ada para penjual yang menjual dengan harga sama dengan harga pasar, bukan harga dari tingkat petani. Jadi otomatis para pembeli berpikiran ngapain beli di lelang kalau harga sama saja. Nah, untuk ini kita harapkan nanti perlu sosialisasi ke masyarakat, kelompok tani baik itu asosiasi yang terlibat untuk petani, itu yang perlu kita tingkatkan di tanah Karo," ungkap Barita kepada Tribun Medan, Selasa (7/12/2021).
Dikatakan Barita, target utama dalam pelaksanaan pasar lelang ini ditujukan untuk membantu para petani daerah agar dapat mempersingkat transaksi pembelian langsung ke pembeli.
"Harga petani yang melakukan penanaman hingga berbulan-bulan ini bisa sama dengan hasil yang didapat pengepul dalam satu hari. Bahkan harganya bisa lebih tinggi, nah disini kita bantu para petani agar lebih mudah terhubung langsung ke pembeli dan mendapat harga yang wajar," ujarnya.
Selain itu, Barita juga berharap agar pelaksanaan pasar lelang komoditas ini harus lebih dominan untuk pembeli yang berada di luar daerah. Hal ini dapat terlihat di Pasar Lelang Komoditas di Kabupaten Dairi.
Dengan memajang 30 komoditas, ada lima komoditas yakni asam gelugur, kemiri, kulit manis, pinang, dan Gambir.
"Untuk pasar lelang yang ada di Dairi ini justru banyak pembelinya dari luar Sumut melalui Zoom seperti Jakarta, Jambi, hingga Batam. Jadi mereka sangat tertarik dengan produk hasil pertanian dari Dairi. Tapi khusus pinang dan gambir ini masih ada negosiasi tentang kualitas kedepannya. Kita sudah fasilitas untuk pertemukan, si pembeli dari Batam ini minta kualifikasi khusus, ya harga yang ditawarkan masih naik pun asal kualitas itu dipertahankan ya tidak masalah," jelasnya.
Di sisi lain, pelaksanaan pasar lelang komoditas ini juga tak terlepas dari sinergitas dari pemerintah daerah yang turut membantu kelancaran acara.
Dikatakan Barita, pelaksanaan pasar lelang komoditas ini sudah ada pembagian tugas diantaranya Dinas Pertanian mendatangkan petani dan kelompok tani dan penyuluh pertanian sedangkan Disperindag mendapatkan tugas mendatangkan pembeli.
"Tugas kita masih berat dan panjang. Kedepannya kita masih menganalisa dan berdiskusi dengan kabupaten yang melaksanakannya. Perlu lagi sinergi antara dinas terkait," kata Barita.
Kedepannya pasar lelang komoditas ini akan lebih terstruktur dan berinovasi dengan melakukan lelang sesuai dengan komoditas unggulan di daerah asal tersebut, sehingga akan mampu menarik minat pembeli.
Pemkab Lakukan Pemetaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar_lelang_komoditas_disperindag_sumut.jpg)