Daftar Kasus Oknum Polisi

Anggota Nyabu, Perkosa, Hingga Memeras Warga, Kapolda Sumut: Jewer Dia

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak kembali meminta maaf kepada para tokoh agama karena banyak anggotanya yang tak beres

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat menjelaskan soal anggota Satlantas Polresta Deliserdang aniaya pengendara, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak kembali meminta maaf atas tindakan menyimpang sejumlah anggotanya.

Panca mengakui, bahwa anggotanya banyak melakukan kesalahan yang membuat masyarakat resah.

Atas banyaknya kasus yang terjadi itu pula, Panca memohon kepada semua tokoh, khususnya tokoh agama agar menegur, dan bila perlu menjewer oknum polisi nakal di Sumatera Utara ini.

"Saya selaku Kapolda Sumut menyampaikan permohonan maaf, karena masih ada anggota saya yang melakukan pelanggaran. Anak-anak saya juga merupakan manusia biasa, tidak lepas dari salah. Karenanya, jika ada yang melakukan itu (kesalahan), tolong ingatkan, jewer dia," kata Panca di hadapan tokoh lintas agama, Selasa (7/12/2021) kemarin.

Panca mengaku, sejak banyaknya masalah yang timbul akibat ulah anggotanya, dia pun sudah memberi teguran keras, agar kasus serupa jangan terjadi lagi.

Jendral bintang dua ini juga meminta tolong pada semua tokoh agama, agar ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara.

Panca mengakui, bahwa polisi tidak bisa bergerak sendiri dalam menjaga ketertiban di tengah masyarakat.

"Namun begitu, kami (Polri) tidak bisa bekerja sendirian, sehingga memohon dukungan dari seluruh pemuka agama karena masalah judi dan narkoba merupakan masalah bersama dan harus dihadapi bersama," ungkapnya.

Kasus Bertubi-tubi

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak harus berkali-kali meminta maaf karena ulah buruk sejumlah oknum anggotanya. 

Dalam waktu yang hampir bersamaan, bertubi-tubi kasus yang melibatkan oknum kepolisian mencuat ke publik. 

Dari catatan Tribun Medan, beberapa kasus menonjol yang membuat Panca marah diantaranya menyangkut kasus pencabulan, pemerasan dan penggelapan yang dilakukan oknum petugas Polsek Kutalimbaru, Bripka Rahmat Hidayat Lubis.

Cabul, Pemerasan dan Penggelapan

Bripka Rahmat Hidayat Lubis beberapa kali dikabarkan tersandung kasus narkotika, tapi tak juga dipecat, hingga akhirnya dituding mencabuli istri pelaku narkoba di satu hotel yang ada di Medan.

Bukan cuma sekadar dituding mencabuli istri pelaku narkoba, Bripka Rahmat Hidayat Lubis juga memaksa korban yang tengah hamil untuk menggugurkan kandungannya.

Kemudian, saat mencabuli dan memaksa istri pelaku narkoba itu untuk mengugurkan kandungannya, Bripka Rahmat Hidayat Lubis asyik mengonsumsi sabu.

Meski sudah menjalani sidang kode etik, namun Bripka Rahmat Hidayat Lubis mengajukan banding.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved