Breaking News:

Kasus Peti Mati Bikin Polres Dairi Banjir Papan Bunga

Polres Dairi mendadak banjir papan bunga usai mengungkap kasus kiriman peti mati terkait Pilkades di Paropo, Kecamatan Silahisabungan

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
HO
Beberapa karangan bunga yang dikirimkan oleh masyarakat ke Polres Dairi lantaran ungkap kasus teror peti mati di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Polres Dairi mendadak banjir papan bunga.

Usut punya usut, ternyata banjir papan bunga ini bagian dari upaya masyarakat mengucapkan terima kasih, atas pengungkapan kasus peti mati yang dikirim ke rumah warga di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi beberapa waktu lalu.

Adapun pelakunya merupakan Waldiman Sijabat, orang yang namanya tertera di peti itu sendiri. 

"Terima kasih Kapolres atas pengungkapan kasus teror peti mati," tulis satu papan bunga, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: POLRES Dairi Ungkap Pengirim Peti Mati di Paropo, Pelaku Kecewa Kades Pilihannya Tak Terpilih

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto J Purba pun mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat atas kiriman papan bunga. 

Dia pun meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan proses hukum kasus ini kepada Polres Dairi.

Dalam waktu dekat, berkas perkara tersebut akan dilimpahkan kepada JPU. 

Mereka juga mengimbau supaya masyarakat tidak cepat termakan kabar bohong.

"Tidak gampang terpengaruh dengan berita-berita hoax serta tidak menshare kan berita yg belum tentu kebenarannya melalui Medsos, Saring sebelum sharing,"  ucap Rismanto

Baca juga: Polemik Pilkades, Warga Dairi Terkejut dan Menangis Histeris Mendapatkan Peti Mati dan Kayu Salib

Sebelumnya, beredar video memperlihatkan seorang wanita yang histeris melihat dua peti mati di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Didalam video tersebut, terlihat dua papan salib bertuliskan Faisal, Jesi Situngkir dan Waldiman Sijabat. 

Setelah ditelusuri rupanya pelaku merupakan Waldiman Sijabat, pria yang namanya tercantum dalam peti mati dan ia pula yang melaporkan itu ke polisi.

Adapun motifnya untuk menutupi rasa malunya akibat calon kepala desa yang didukungnya kalah.

Akibat ulahnya Waldiman Sijabat ditetapkan sebagai tersangka dan terancam maksimal penjara selama 10 tahun karena membuat keonaran.(cr25-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved