Breaking News:

Bocah 3 Tahun di Siantar Diduga Dicabuli Siswa SD-SMP, Orang Tua Tuntut Keadilan

Seorang balita berusia tiga tahun diduga dicabuli oleh tiga orang anak yang merupakan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
Ist
Ilustrasi pelecehan anak. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Seorang balita berusia tiga tahun diduga dicabuli oleh tiga orang anak yang merupakan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Orang tua korban, SM, telah melapor ke Polres Pematangsiantar,  Sabtu (11/12/2021). 

SM mengatakan, putrinya mengalami trauma. 

"Kami mohonlah agar ada keadilan," ucap ibu korban, saat ditemui di rumah tempat tinggalnya di Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (13/12/2021).

SM mengatakan, dugaan pencabulan yang dialami putrinya itu terjadi pada Rabu (8/12/2021) di kawasan perladangan yang sepi. Saat itu, putrinya dibawa ke perladangan oleh tiga bocah (pelaku) tersebut.

Berdasarkan cerita korban, ujar SM, mata putrinya ditutup dengan tangan. Lalu, bagian alat vitalnya (kelaminnya) dimasukkan benda tumpul. Selain itu, para bocah diduga melakukan tindakan tak senonoh.

SM curiga setelah putrinya mengaku kesakitan pada organ vitalnya. 

Setelah mendengar pengakuan anaknya, SM mendatangi tiga bocah yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.  Katanya, salah satu dari tiga bocah itu mengaku dipaksa temannya sehingga melakukan perbuatan itu. 

SM mengatakan, visum di sebuah rumah sakit di Kota Tebingtinggi menunjukkan bahwa selaput dara anaknya telah koyak. 

SM mengatakan, keluarga dari tiga bocah yang diduga melakukan cabul tersebut telah mendatangi rumah tempat tinggal SM untuk berdamai.

Dinas Sosial Akan Dampingi Korban

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial P3A) Kota Siantar, Sarmadan Saragih mengatakan, pihaknya akan segera mendampingi korban.

"Karena sudah dikasih tahu (oleh teman-teman wartawan), besok kami akan ke sana melakukan pendampingan. Kita Dampingi korban, dan mengembalikan rasa percaya diri korban," ujar Sarmadan.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung mengatakan, pihaknya sedang menindaklanjuti laporan tersebut dengan menggelar penyelidikan. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved