News Video

Dampak Longsor Jalur Karo-Langkat, Angkutan Dari Kabanjahe Menuju Binjai Buat Sistem Transit

Berdasarkan keterangan dari mandor harian PT Rio Adnan Purba, pihaknya awalnya mengetahui adanya longsor tersebut dari sopir yang sedang berangkat

Penulis: Muhammad Nasrul |

Dampak Longsor Jalur Karo-Langkat, Angkutan Dari Kabanjahe Menuju Binjai Buat Sistem Transit

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Akses penghubung jalur dari Kabupaten Karo menuju Kabupaten Langkat, mengalami kendala, Rabu (15/12/2021). Pasalnya, jalur alternatif ini tertutup material longsor yang terjadi di kawasan Rumah Pohon Liang Lebah pagi tadi.

Akibat dari peristiwa longsor tersebut, membuat armada angkutan umum yang membawa penumpang dari Kabanjahe menuju Kota Binjai terdampak. Informasi yang didapat, material longsor menutup jalur dan tidak bisa dilalui oleh mobil.

Berdasarkan keterangan dari mandor harian PT Rio Adnan Purba, pihaknya awalnya mengetahui adanya longsor tersebut dari sopir yang sedang berangkat menuju Binjai. Dengan kondisi ini, tentunya membuat perjalanan armada yang membawa penumpang ini menjadi terkendala.

"Tadi kami dapat info dari sopir, sekitar pukul 08.00 WIB longsornya, pas di depan mobil kita. Kalau dibilang terganggu, ya pasti terganggu lah," ujar Adnan, saat ditemui di loket PT Rio, Jalan Kiras Bangun, Kabanjahe.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, pria yang mengenakan baju berwarna hitam ini menjelaskan jika mereka mengambil tindakan dengan sistem transit. Sistem ini, dilakukan dengan cara mengalihkan penumpang yang datang dari Kabanjahe dengan menaiki armada yang sudah datang dari Kota Binjai.

"Jadi sistemnya kita menunggu mobil yang dari Binjai, kalau sudah sampai di titik longsor penumpang yang dari Kabanjahe kita naikkan mobil yang dari Binjai. Gitu juga sebaliknya, penumpang yang datang dari Binjai, turun di lokasi longsor terus naik mobil yang datang dari Kabanjahe," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai kendala, Adnan menjelaskan jika pada saat awal mula diketahui adanya longsor tersebut para calon penumpang yang telah menunggu di loket menjadi menumpuk. Hal ini dikarenakan armada yang seharusnya berangkat, menunggu informasi terbaru dari armada di lokasi kejadian.

"Kalau tadi pagi sempat lah numpuk penumpang, nunggu dulu di loket. Tapi sekarang sudah normal," ucapnya.

Saat pertama kali melakukan sistem transit ini, dijelaskan Adnan jika para penumpang ini harus menunggu sekitar dua jam sampai armada dari Binjai tiba di lokasi. Namun, saat ini dengan sistem yang dilakukan tersebut kendala sudah sedikit teratasi.

Meskipun begitu, pihaknya berharap kepada pihak terkait agar bisa mempercepat proses pembersihan material bekas longsor. Agar akses armada dan masyarakat bisa normal kembali.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved