News Video

Santriwati Korban Rudapaksa Herry Wirawan Banyak Ditolak Sekolah, Disdik Jamin Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi akan menjamin pendidikan korban rudapaksa Herry Wirawan.

Sulitnya mencari sekolah, selama pendampingan para korban, kesulitan lainnya saat akan mengurus sekolah kembali adalah ijazah yang dimiliki anak dari yayasan yang dipimpin pelaku

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi akan menjamin pendidikan korban rudapaksa Herry Wirawan.

Disdik juga akan melakukan pendampingan terhadap para korban ini.

Dikutip dari TribunJabar, saat ini Disdik Jabar tak hanya memberikan pendampingan terhadap korban, namun juga anak-anak yang dilahirkan oleh para korban ini.

Tak hanya itu, korban juga akan tetap melanjutkan pendidikannya.

"Yang perlu kita sampaikan, bagaimana kelangsungan dari para korban, kami dari Disdik Jabar akan memberikan pendampingan terhadap anak, sebagai korban dia akan tetap melanjutkan pendidikannya," ujar Dedi Supandi, saat jumpa pers di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (14/12/2021).

Hal ini agar para korban rudapaksa santriwati ini tetap mendapatkan haknya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari Gunawan sempat menyebut ada korban yang dikeluarkan dari sekolah lantaran sekolah tahu ada siswanya hamil.

“Sekolah swasta dekat rumahnya, dikeluarkan dengan alasan sudah punya anak,” jelas Diah Kurniasari Gunawan, Ketua P2TP2A Garut kepada wartawan, jumat (10/12/2021) malam di kantor P2TP2A Garut.

Diah mengatakan, selama mendampingi para korban, P2TP2A memang berupaya memfasilitasi agar bisa bersekolah kembali.

Diakuinya, pada Agustus 2021, ada tiga anak yang siap sekolah dan kini telah dicarikan sekolah.

Namun dua di antaranya dikeluarkan kembali oleh sekolah.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Ibu Gubernur Jabar, provinsi siap bantu agar mereka bisa sekolah kembali bagaimana caranya nanti dibahas,” jelas Diah.

Diah mengatakan, keinginan untuk bisa sekolah kembali dari para korban sangat kuat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved