Benny Manalu Tewas di Sembahe Secara Tak Wajar, Terduga Pelaku Malah Dibiarkan Polisi Berkeliaran

Leo diduga lalai dalam berkendara dan menewaskan adiknya dalam insiden lakalantas tersebut. Ia pun disebut melarikan diri dan meninggalkan Beni.

Penulis: Fredy Santoso |
HO / Tribun Medan
Jasad Benny Rumahole Manalu, korban tabrak lari ditutupi daun pisang di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Sibolangit, Minggu (12/9/2021) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Insiden tabrak lari yang menewaskan pengendara sepeda motor di Jalan Letjen Jamin Ginting bernama Benny Rumahole Manalu, warga Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Johor pada 12 September 2021 lalu menyisakan misteri.

Kakak kandung korban, Eva menilai tewasnya Beny penuh kejanggalan. Keluarga menyebut ada dugaan kesengajaan yang dilakukan teman Beny bernama Leo yang saat itu berboncengan dengannya.

Leo diduga lalai dalam berkendara dan menewaskan adiknya dalam insiden lakalantas tersebut. Ia pun disebut melarikan diri dan meninggalkan Beni.

Tak hanya itu, Leo juga disebut berupaya menghilangkan barang bukti ketika didatangi ke rumahnya. Ia sudah mencuci sepeda motor dan baju yang digunakannya.

Saat ditemukan, tubuh Benny tergeletak di Jalan Jamin Ginting, Desa Sibolangit, Kabupaten Deliserdang dengan kondisi kepala luka parah.

"Kami merasa tidak wajar karena temannya meninggalkan dia dengan tidak memiliki sisi kemanusiaan. Lalu dia juga menghilangkan barang bukti dan tidak mengaku ketika ditanya bahwa dia temannya," kata kakak almarhum Beni, Eva saat diwawancarai, Rabu (22/12/2021).

Kejanggalan berikutnya ialah ketika polisi di Polsek Pancur Batu membuat berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan pada saat kejadian Beny dibonceng oleh Leo dan diduga terhempas dari kendaraan.

Namun kemudian BAP berubah menyatakan Beny yang membawa kendaraan dan membonceng Leo lalu mereka mengalami kecelakaan.

Dugaan itu pun semakin diperkuat ketika mereka mendatangi rumah Leo.

Di situ sepeda motor yang mereka gunakan masih mulus, padahal seharusnya jika mereka kecelakaan kendaraan rusak atau lecet. Sementara itu Leo tak mengalami luka apapun.

Bahkan mereka sempat mendapati bercak darah di roda belakang sepeda motornya Leo yang sempat dicuci.

"Kondisi sepeda motornya mulus tidak ada lecet kalaupun ada itu lecet lama. Lalu ada bercak darah di roda belakang sedikit saja bercak darah segar," lanjutnya.

Meski telah dilakukan gelar perkara, keluarga menyebut polisi tidak tuntas mengusut kasus tersebut. Leo yang seharusnya bertanggungjawab atas tewasnya Beny malah bebas.

Mereka pun mengatakan telah melaporkan personel Polsek Pancur Batu ke Propam Polda Sumut lantaran dianggap tidak profesional dalam bekerja.

"Laporan ke Propam Polda Sumut itu tanggal 30 November karena personel kita anggap tidak profesional dalam bekerja, kenapa tidak jadi tersangka," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved