Kripto

Kabar Gembira Bagi Investor Kripto, Grup Lippo Bikin Bursa Kripto di Indonesia Bareng Luno

Pasar kripto cukup menarik bagi para pemilik perusahaan. Setelah Telkom mendirikan bursa kripto, Grup Lippo ikut jejak itu. 

Pixabay
ethereum, mata uang kripto 

TRIBUN-MEDAN.com - Pasar kripto cukup menarik bagi para pemilik perusahaan. Setelah Telkom mendirikan bursa kripto, Grup Lippo ikut jejak itu. 

Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL), melalui entitas anak, berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Luno untuk mengembangkan bursa kripto di Tanah Air.

Masuknya Grup Lippo menambah korporasi yang merambah ke bisnis cryptocurrency setelah sebelumnya Grup Telkom melalui MDI Ventures bekerja sama dengan Binance.

Corporate Secretary MLPL, Natalie Lie turut membenarkan rencana perseroan terkait pengembangan bisnis tersebut.

"Perseroan memandang bahwa pasar dari bisnis cryptocurrency wallets dan excngahe di Indonesia ini masih cukup luas dan perseroan membentuk usaha patungan ini dengan Luno yang sudah memiliki pengalaman yang luas di bidang cryptocurrency," kata Natalie, dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (23/12/2021).

Natalie menambahkan, belum ada dampak yang signifikan terhadap keuangan perseroan terkait pembentukan joint venture dengan Luno.

"Diharapkan, perusahaan JV ini akan memberikan kontribusi yang signifikan di masa depan," ujarnya.

Sebelumnya, Binance, lembaga pertukaran uang kripto (cryptocurrency) terbesar dari sisi transaksi, membentuk usaha patungan (join venture) dengan konsorsium yang dipimpin oleh MDI Ventures, venture capital milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Perusahaan baru ini akan mengembangkan bursa kripto di Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Binance akan menyediakan infrastruktur dan teknologi manajemen aset kelas dunia untuk mendukung pengembangan platform bursa kripto baru.

Konsorsium ini akan memiliki akses ke lebih dari 170 juta konsumen di Indonesia.

CEO Binance Changpeng Zhao mengatakan ambisi binande adalah menumbuhkan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara global.

Di mana, inisiatif ini di Indonesia merupakan langkah signifikan ke arah tersebut.

"Dengan adopsi teknologi yang cepat dan potensi ekonomi yang kuat, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat terkemuka ekosistem blockchain dan kripto di Asia Tenggara," ujar Changpeng Zhao dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/12/2021).

Rusia larang pasar kripto
Rusia larang pasar kripto (Unsplash)

Telkom Dirikan Pasar Kripto

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), berencana masuk ke bisnis perdagangan kripto melalui anak usaha MDI Ventures.

Perusahaan pelat merah ini akan bekerja sama dengan Binance Holdings Ltd. untuk memboyong platform trading ini masuk ke pasar dalam negeri.

CEO MDI Ventures Donald Wihardja mengatakan, MDI dan Binance sudah meneken kesepakatan kerja sama tersebut.

Namun bentuk kerja sama yang akan dilakukan masih belum ditentukan menunggu regulasi mengenai kripto di dalam negeri.

"Jadi ini baru awal kerja sama, itu niatnya adalah untuk bikin crypto platform," kata Donald di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Dia menjelaskan, saat ini Binance masih menunggu regulasi yang jelas mengenai penyedia platfom perdagangan kripto dan regulasi mengenai kripto di Indonesia.

Mengingat Binance bertekat untuk mendapatkan lisensi yang resmi untuk operasionalnya.

Kerja sama dengan Binance ini memiliki potensi yang besar.

Ini mengingat Binance saat ini merupakan platform trading kripto terbesar di dunia dengan nilai transaksi mencapai US$ 49 miliar per hari.

"Teknologi mereka lebih stabil, lebih mature, transaction banking mereka lebih besar. [...] Dengan teknologi seperti itu kita bisa punya counterpart yang matang," terangnya.

Miliarder Kripto Menang Lelang 28 Juta Dolar Tiket Luar Angkasa | Miliarder Jepang Kembali ke Bumi

Bukan Ethereum, Ini Kripto dengan Catatan Bagus Selama Setahun, Bisa Jadi Pertimbangan Investasi

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved