Breaking News:

Keramat Kuda, Kuburan yang Dipercayai Warga Sergai Sebagai Pembawa Keberuntungan

Kuda Putih yang merupakan kuda yang selalu dirawat Ramli terhenti, dan membuat Raja Pao jatuh.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Keramat Kuda merupakan kuburan kuda putih yang masih dipercaya sebagian masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Rabu (29/12/2021).        

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Keramat Kuda merupakan kuburan kuda putih yang masih dipercaya sebagian masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, sebagai pembawa keberuntungan.

Baca juga: HARI INI Promo Smarco Supermarket, Minyak Goreng Bimoli Cuma Rp36.880 2 Liter| Berikut Daftar Promo

Salah seorang warga sekitar bernama Misdi mengatakan, bahwa ini merupakan suatu sejarah tentang Raja Pao dan kuda putihnya yang sekarang kuburannya masih tetap dirawat dan di jaga kebersihannya.

"Sebagian besar masih ada warga yang datang meminta pertolongan di patung kuda ini, sebagian juga ada yang hanya sekedar melihat dan berfoto saja," ujar Misdi, Rabu (29/12/2021). 

Lanjut Misdi, ia menambahkan ketika waktu libur banyak warga yang datang untuk berkunjung. 

"Jadi sudah memang tradisi dahulu masih ada yang mempercayainya, dan biasanya waktu libur lebih banyak orang yang berkunjung," ujar Misdi. 

Cerita yang merupakan tradisi turun temurun, masih dipercaya sebagian masyarakat sekitar.

Kisah Raja Pao yang berada di Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai, masih membawa tradisi dan dipercaya membawa keberuntungan.

"Dahulu Raja Pao merupakan seorang Datok Pao yang memiliki sifat sombong, kejam dan angkuh terhadap penduduk setempat," ujar Misdi. 

Konon katanya Datuk Pao di pinggangnya tergantung pedang panjang dan memiliki kuda putih yang selalu ia tunggangi untuk menabrak masyarakat setempat yang tidak mau minggir saat ia melintas. 

"Dan yang sering menjaga kuda putih milik Raja Pao bernama Ramli. Namun saat itu ada seorang syekh yang menyiarkan agama Rasulullah ingin ditabrak oleh Raja Pao namun si Ramli mengetahui itu adalah gurunya, lalu dia melompat dan menghadang kuda putih milik Raja Pao agar berhenti," ujar Misdi.

Kuda Putih yang merupakan kuda yang selalu di rawat Ramli terhenti, dan membuat Raja Pao jatuh.

Baca juga: Tips Bisa Masuk Universitas Negeri dan Tak Salah Ambil Jurusan Menurut Tutor Bimbel  Eduleb 

Hingga Raja Pao Mengeluarkan pedangnya dan ingin membunuh Ramli, namun malah kuda putih yang ingin membela Ramli, harus mati karena perutnya tertusuk pedang Raja Pao.

“Akibatnya Raja Pao saat berperang dengan Kudanya sendiri pun terkena pedangnya hingga membuat matanya hilang satu dan itulah sebabnya desa ini dinamakan menjadi desa Matapao dari kisah si Raja Pao, dan kuburan kuda putihnya dinamakan Keramat Kuda," ujar Misdi.

Meski demikian, sampai sekarang mayarakat sekitar masih mempercayai bahwa Kuda Putih milik Raja Pao merupakan binatang yang tau membalas budi itu masih terawat bersih di Keramat Kuda dan diyakini membawa keberuntungan sampai sekarang.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved