Breaking News:

Penjualan Kembali Turun Jelang Tahun Baru, Perajin Keranjang Parcel Pasrah : Banyak Berdoa

Harapan untuk kembali merasakan kebanjiran orderan pun pudar, lantaran masih menurunnya daya beli masyarakat.

Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/TRIA RIZKI
Pemilik toko dan karyawan sedang membuat keranjang rotan pesanan pelanggan di Toko Sibayak Ketaren Jalan Gatot Subroto No. 425 Medan, Kamis (30/12/21).       

TRIBUN-MEDAn.COM, MEDAN - Menyambut perayaan tahun baru, tak kunjung membuat orderan perajin rotan khususnya keranjang parcel meningkat dari tahun sebelumnya.

Perajin rotan menjerit dengan merosot orderan hingga dua tahun lamanya, menunggu pandemi segera selesai.

Satu diantara yang terdampak ada toko Sibayak Ketaren Rattan, Jalan Gatot Subroto No. 425 Medan.

Baca juga: Sekda Serahkan Penghargaan Masjid Terbaik Tingkat Kabupaten Deliserdang

Harapan untuk kembali merasakan kebanjiran orderan pun pudar, lantaran masih menurunnya daya beli masyarakat.

"Cuma bisa ikutin situasi aja kak, banyak berdoa karena ada juga yang tutup karena pandemi ini,"kata Joni, Pemilik Toko Sibayak Ketaren, Kamis (30/12/21).

Joni merasa sedih selama masa pandemi covid-19 yang tak kunjung selesai.

"Orderan tidak ada perubahan signifikan antara tahun ini dan tahun lalu dengan penurunan orderan hingga 30 persen, saya sedih di masa seperti ini kapan selesainya. Sebelum pandemi dapat orderan sampai 10 ribu keranjang parcel tapi sekarang hanya 3 ribu keranjang parcel,"ucapnya.

Berdasarkan amatan Tribun Medan, tampak Joni dan karyawannya sedang membuat keranjang parcel.

"Setiap harinya kami membuat 50 keranjang dengan variasi bentuk sesuai pesanan kak seperti bentuk bulat, oval, dan petak dengan coraknya pun beda-beda,"ucap Sugeng, Karyawan Toko Sibayak Ketaren.

Toko ini sudah memproduksi keranjang parcel hingga ke luar kota dan bertahan 40 tahun lamanya.

"Toko ini sudah 40 tahun dan saya generasi kedua nya selama 25 tahun, jadi yang beli sudah langganan dari dalam kota dan luar kota seperti Nias, Aceh dan Pekanbaru,"ujar Joni.

Baca juga: Kabupaten Deliserdang Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan PublikĀ 

Joni menuturkan bahan baku diambil dari pabrik, lalu di rajut di toko walaupun harga bahan baku naik hingga 10 persen dan harga penjualan pun tidak naik. Mulai dari harga Rp 5 ribu hingga ratusan.

Masih dalam keadaan pandemi joni hanya bisa berdoa dan berharap usahanya terus berjalan.

"Banyak berdoa lebih maju lagi kedepannya, pandemi segera berenti yah kak itu harapannya, dan bersyukur juga masih bisa berjalan tanpa pengurangan karyawan,"ucapnya.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved