Breaking News

Mengenal Gejala-gejala 'Florona', Infeksi Ganda Virus Corona dan Influenza

Awal tahun 2022, kejadian baru muncul dan mengangetkan dunia. Sebuah virus varian baru muncul dengan nama, Florona. 

Tayang:
MENAHEM KAHANA / AFP
Orang-orang memakai masker karena pandemi virus corona COVID-19 berjalan di pasar Mahane Yehuda di pusat Yerusalem pada 31 Desember 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com - Awal tahun 2022, kejadian baru muncul dan mengangetkan dunia. Sebuah virus varian baru muncul dengan nama, Florona. 

Di tengah lonjakan kasus virus corona di seluruh dunia akibat varian Omicron, mendadak kasus 'florona' pertama di dunia muncul.

Apa itu florona?

Orang-orang memakai masker karena pandemi virus corona COVID-19 berjalan di pasar Mahane Yehuda di pusat Yerusalem pada 31 Desember 2021.
Orang-orang memakai masker karena pandemi virus corona COVID-19 berjalan di pasar Mahane Yehuda di pusat Yerusalem pada 31 Desember 2021. (MENAHEM KAHANA / AFP)

Dilansir dari news.com.au pada Senin (3/1/2022), kasus florona merupakan kasus campuran antara virus corona dan flu atau influenza.

Seorang wanita hamil muda di Israel diyakini sebagai orang pertama yang terinfeksi Covid-19 dan flu secara bersamaan.

Oleh karenanya, kasus pertama di dunia itu disebutsebagai "florona".

Menurut media lokal, wanita itu dites positif terkena kedua virus tersebut di Rumah Sakit Beilinson di kota Petah Tikva, Israel, pekan lalu.

Dan dia dilaporkan menderita gejala "ringan" termasuk kesulitan bernapas.

Profesor Arnon Vizhnitser mengatakan kepada media lokal bahwa wanita itu didiagnosis dengan kedua virus setelah dia tiba di rumah sakit.

“Dia positif virus corona dan flu. Bahkan setelah kami memeriksanya sebanyak dua kali. Hasilnya sama,” kata Profesor Vizhnitser.

“Karena dua infeksi ini sama, maka akibatnya juga sama."

"Di mana kedua infeksi itu menyebabkan kesulitan bernapas karena keduanya menyerang saluran pernapasan bagian atas.”

Kasus di Israel itu langsung menarik perhatian semua ahli di seluruh dunia.

Baca juga: Menko Airlangga Paparkan Perkembangan Level Asesmen Luar Jawa-Bali dan Update Pelaksanaan Vaksinasi

Baca juga: Vivo Y21T Hadir di Indonesia dengan Harga Rp 3 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Mantan wakil kepala petugas medis Australia Nick Coatsworth mengatakan belum diketahui apakah kombinasi kedua virus itu malah lebih parah.

“Kami tidak selalu tahu apakah itu membuat keadaan menjadi lebih parah atau tidak," ungkap Coatsworth.

"Tetapi pesannya, untuk wanita hamil khususnya, mereka tentu berisiko lebih tinggi jika mengalami keduanya."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved