Breaking News:

Pelatih Biliar Coki Ngotot Ogah Cabut Laporan Polisi, Terima Surat Balasan Somasi Edy Rahmayadi

Pelatih cabor biliar, Khairudin Aritonang alias Coki yang kena jewer Gubernur Sumut Edy Rahmayadi rupanya telah menerima surat balasan somasi

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Khairuddin Aritonang alias Coki (tengah) didampingi tim penasehat hukum saat membuat laporan ke Mapolda Sumut, Medan, Senin (3/1/2022). Coki melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi atas perlakuan tidak menyenangkan di depan umum. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Pelatih cabor biliar, Khairudin Aritonang alias Coki yang kena jewer Gubernur Sumut Edy Rahmayadi rupanya telah menerima surat balasan somasi dari Pemprov Sumut.

Surat itu disebut dikirim langsung oleh Sekda Pemprovsu dan ditandatangani Kepala Biro Hukum Pemprovsu, Dwi Aries Sudarto.

Kuasa hukum Coki, Gumilar Aditya Nugroho mengaku surat itu diterima oleh Coki pada hari Selasa 4 Januari kemarin, sehari setelah mereka melaporkan Edy Rahmayadi ke Polda Sumut dan diserahkan ke kuasa hukum Kamis 6 Januari malam.

Khairuddin Aritonang alias Coki (kanan) didampingi tim penasehat hukum saat membuat laporan ke Mapolda Sumut, Medan, Senin (3/1/2022). Coki melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi atas perlakuan tidak menyenangkan di depan umum.
Khairuddin Aritonang alias Coki (kanan) didampingi tim penasehat hukum saat membuat laporan ke Mapolda Sumut, Medan, Senin (3/1/2022). Coki melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi atas perlakuan tidak menyenangkan di depan umum. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Surat balasan itu merupakan jawaban atas surat somasi yang mereka layangkan sehari sebelumnya.

Gumilar menyebut surat balasan itu bukan permintaan maaf dari Gubernur, melainkan surat mengajak menyelesaikan masalah tersebut secara tabayun.

Baca juga: Kodam I/BB Bantah TNI Rebut Tanah Rakyat terkait Konflik di Desa Seituan Pantai Labu

"Bukan minta maaf, tetapi surat jawaban somasi yang kemarin. Inti suratnya adalah ini persoalan ayah dan anak, lebih bagusnya diselesaikan secara tabayun," kata Kuasa hukum Coki, Gumilar Aditya Nugroho, Sabtu (8/1/2022).

Sementara itu baik Coki dan kuasa hukumnya mengaku belum bisa mencabut laporan ke Polda Sumut meski sudah menerima jawaban somasi.

Menurut mereka tidak ada tertulis permintaan maaf secara resmi dalam surat itu. Selain itu, mereka juga belum ada membahas soal pertemuan apapun.

Baca juga: KETUA PFC Sayangkan Gubernur Edy Jewer Coki: Belum Pernah Pengurus PSMS Minim Prestasi Dijewer

Mereka juga mengaku telah berkirim surat kembali soal 'tabayun' yang ditawarkan Pemprovsu.

"Terkait konsep dan formulasi kita belum menerima, tinggal menunggu. Kalau sudah ada perdamaian, permintaan maaf saya kira itu akan dicabut. Kalau sudah damai," katanya.

Baca juga: Ingat Perlakuan Gubernur Edy pada Fans PSMS, Ketua PMF Club Sayangkan Penjeweran Pelatih Biliar Coki

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved