News Video
Sri Mulyani Optimis Bisa Bayar Utang Pemerintah yang Tembus Rp 6.713, 24 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi soal membengkaknya utang pemerintah yang kini menembus Rp 6.713 Triliun.
Sri Mulyani berujar, angka utang pemerintah dan rasionya terhadap PDB dianggap masih aman.
TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi soal membengkaknya utang pemerintah yang kini menembus Rp 6.713 Triliun.
Walaupun jumlah utang mengalami kenaikan, Sri Mulyani optimis pemerintah sanggup membayarnya.
Hal yang menjadi tolok ukur dalam pembayaran utang yakni pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan laman APBN KiTa Kementerian Keuangan terbaru atau pada akhir November 2021, utang telah menembus Rp 6.713, 24 triliun.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (7/1), jumlah utang bertambah cukup signifikan dalam sebulan.
Tercatat di penghujung Oktober 2021, utang pemerintah tercatat Rp 6.687, 28 triliun.
Ini artinya, total kenaikan yakni Rp 25, 96 triliun.
Ratio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga mengalami kenaikan.
Pada Bulan November 2021, rasio utang terhadap PDB adalah 39,84 persen.
Sedangkan sebulan sebelumnya yakni 36,69 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah Indonesia masih sanggup membayar utang sekaligus bunganya.
Menurutnya, hal yang menjadi tolok ukur adalah pertumbuhan ekonomi.
"Sebagian utang yang nanti kita bayar lagi, kalau belanja bagus jadi infrastruktur bagus, SDM berkualitas buat Indonesia, ekonomi tumbuh, pasti bisa bayar lagi utangnya. Termasuk SBSN pasti kita bisa bayar, Insya Allah kembali dengan aman," kata Sri Mulyani seperti dikutip pada Kamis (6/1/2022).